November 21, 2010 by

ayah mae ri terkejut melihat  ada seorang laki2 didalam rumahnya…
-ayah mae ri; kau sekarang tinggal bersama laki2?
-mae ri; tidak ayah kata mae ri dengan nada meyakinkan…
-ayah ; lalu apa yg terjadi ? siapa dia?
-moo kyul ; saya… kang mo…
-mae ri ; tidak ayah aku akan menjelaskan semuanya… (potongnya) ya.. ceritanya panjang…(lalu ayahnya memotong pembicaraan mae ri tiba2 dgn nada marah)
-ayah; kamu ini nakal.!! tidakkah kamu pikir hanya karena ayah tidak ada dirumah.. (sambil memukul mae ri dan mae ri merintih).. kamu bisa melakukan ini..? kamu bisa? bisa?…(moo kyul agak kaget melihatnya dan berusaha melerainya meski masih dalam keadaan agak mabuk)
-moo kyul; paman, jgn lakukan ini.. (katanya dgn gaya agak mabuk)…
-ayah; apa? paman? (marah..) tapi mae ri langsung menyuruh moo kyul keluar…apa kau membela pria ini?? (sambung ayah mae ri padanya…) dan mae ri pun mendorong moo kyul keluar,,,

November 21, 2010 by

ayah mae ri terkejut melihat  ada seorang laki2 didalam rumahnya…
-ayah mae ri; kau sekarang tinggal bersama laki2?
-mae ri; tidak ayah kata mae ri dengan nada meyakinkan…
-ayah ; lalu apa yg terjadi ? siapa dia?
-moo kyul ; saya… kang mo…
-mae ri ; tidak ayah aku akan menjelaskan semuanya… (potongnya) ya.. ceritanya panjang…(lalu ayahnya memotong pembicaraan mae ri tiba2 dgn nada marah)
-ayah; kamu ini nakal.!! tidakkah kamu pikir hanya karena ayah tidak ada dirumah.. (sambil memukul mae ri dan mae ri merintih).. kamu bisa melakukan ini..? kamu bisa? bisa?…(moo kyul agak kaget melihatnya dan berusaha melerainya meski masih dalam keadaan agak mabuk)
-moo kyul; paman, jgn lakukan ini.. (katanya dgn gaya agak mabuk)…
-ayah; apa? paman? (marah..) tapi mae ri langsung menyuruh moo kyul keluar…apa kau membela pria ini?? (sambung ayah mae ri padanya…) dan mae ri pun mendorong moo kyul keluar,,,

Sinopsis Sungkyunkwan Scandal Episode 1

November 21, 2010 by


Genre : History, romance, comedy
Episode : 16 (Belum Confirm)
Produksi : KBS2, 2010
Sutradara : Kim Won Suk
Penulis : Kim Tae Hee
Based on the novel : “The Lives of Sungkyunkwan Confucian Scholars 1 & 2” by Jung Eun Gwol

Cast :

Micky Yoochun as Lee Sun Joon
Park Min Young as Kim Yoon Hee
Song Joong Ki as Goo Yong Ha
Yoo Ah In as Moon Jae Shin
Seo Hyo Rim as Ha Hyo Eun
Jun Tae Soo as Ha In Soo
Kang Sung Pil as Im Byung Choon
Kim Dong Yoon as Seol Go Bong

Lesson 1

Sebuah tangan putih dan halus, menulis di sebuah buku, goresannya rapi dan akurat, juga cepat. Ia lalu menutup buku dan bergegas pergi.

Di Kampus Sungkyunkwan, kampus elit yang merupakan tempat para anak bangsawan dan pejabat belajar, beberapa siswa SKK saling menyapa, mengobrol, dan ada yang minum dengan ditemani gisaeng di kedai. Kebanyakan siswa anak orang kaya yang sangat menikmati hidup mereka.

Seorang anak muda, terburu-buru pergi ke satu tempat di tengah jalan ibukota Joseon yang sibuk. Anak muda itu seperti pria muda kebanyakan, hanya saja ia lebih langsing dan lembut dibanding pria kebanyakan. Dia adalah Kim Yoon Hee, seorang gadis yang menyamar sebagai pria.

Yoon hee bertabrakan dengan seseorang, ia menjatuhkan sebuah buku. Yoon Hee tidak sadar dan terus lari. Yoon Hee sampai di tujuan-nya, sebuah toko buku merangkap perpustakaan. Ia ada janji dengan seorang siswa SKK (San Tak-QSD!), siswa SKK itu menunggu Yoon Hee untuk mengambil pesanan PR-nya.

Yoon Hee mencari kedalam tas, bahkan ke balik bajunya, tapi ia tidak menemukan buku yang sudah ia siapkan dari rumah. Siswa SKK itu panik, aduh bagaimana ini? aku membutuhkannya untuk ujian yang akan datang. Pemilik toko buku juga panik.

Tapi Yoon Hee tetap tenang, ia berpikir sejenak lalu berkata apa aku bisa minta waktu sekitar setengah jam? Lalu Yoon Hee mengambil kuas dan mulai menulis. Yoon Hee menulis apa yang tadi ditulisnya! Yoon Hee mampu mengingat semua teks itu di luar kepala!

Ini membuat seorang sarjana yang berpenampilan rapi dan jelas terlihat dia anak bangsawan, tertarik. Dia kebetulan ada di toko buku itu juga. Ia diperkenalkan, sebagai Gu Yong Ha, anggota ke-2 Joseon F4 hahaha. Gu Yong Ha mengambil hasil tulisan Yoon Hee dan berkata ini sempurna.

Gu Yong Ha tertarik melihat Yoon Hee dan sebagai playboy, sepertinya Yong Ha menyadari identitas asli Yoon Hee.

Yoon Hee berkata kalau begitu kau harus membayarnya.

Di kampus SKK, beberapa siswa tertidur di ruang belajar mereka, hanya satu orang yang tampak serius dan tetap belajar. Orang itu adalah Lee Sun Joon, pemimpin geng Joseon F4 :), anak bangsawan kaya (Perdana Menteri!), juga siswa paling top di SKK.

Salah seorang temannya, Wang mendekati Sun Joon. Coba lihat, ghat-mu (topi yang biasa dikenakan bangsawan Joseon), bagaimana bisa demikian kotor? Aku bantu bersihkan ya?

Sun Joon tanpa banyak bicara melepas topinya, Wang juga minta ikat kepala Sun Joon. Sun Joon dengan dingin menyindir, dan semua ini kau lakukan untuk mengambil rambutku kan? Kau ingin membuat kuas dari rambut untuk menghadapi ujian yang akan datang? Apa itu bukan tindakan bodoh?

Wang berkata, aku hanya perlu 10 lembar rambutmu saja, aku sudah mendapatkan semua rambut dari siswa paling pandai di SKK, dan rambutmu akan melengkapi keberuntunganku.

Sun Joon keluar, Wang mengikutinya dan masih memohon agar bisa mendapatkan rambut Sun Joon. Beberapa teman mengikuti keduanya. Wang dan Sun Joon pernah berada di bawah satu guru, hanya Sun Joon memang lebih cemerlang.

Sun Joon mengambil kumpulan rambut itu, kau pikir ini bisa membuatmu lulus ujian? dan Sun Joon melepaskan rambut itu sehingga beterbangan ke udara. Wang panik sekali, apa yang kau lakukan? astaga..bagaimana aku bisa mengumpulkannya kembali?

Wang sampai menangis. Sun Joon tidak terlalu peduli. Beberapa rekannya berlutut membantu Wang dan menghiburnya, salah satu berkata pada Sun Joon, dia hanya gelisah karena ujian saja, apa kau tidak bisa mengerti sedikit saja?
Sun Joon : Aku tidak peduli kalau kau membenciku, tapi aku tidak suka kalau kau mengatakan aku salah.

Pemilik toko buku itu, Tuan Hwang heran dan kagum dengan kepandaian Yoon Hee, mengapa kau tidak ikut ujian? dengan kepandaianmu yang seperti itu, kau pasti akan lulus dengan mudah. Bahkan hanya dengan menulis namamu saja, kau pasti akan lulus.

Yoon Hee menjawab, buat apa, aku tidak tertarik ada di sekitar pelajar yang harus menyalin untuk PR, lagipula aku lebih tertarik dengan uang.

Tuan Hwang : jadi kau ingin mencari uang? ayo..ikut aku, kesini..kesini..
Tuan Hwang mengajak Yoon Hee masuk ke ruang bawah tanah rahasia, di dalam ada beberapa orang yang sibuk menulis, ternyata mereka sibuk menulis jawaban dan membuat salinan untuk ujian (contek-an? hahaha).

Tuan Hwang menawarkan Yoon Hee pekerjaan itu. Upahnya sangat besar, jauh lebih besar dari apa yang sudah kau lakukan, dan apalagi jika kau menggantikan seseorang dalam ujian/joki, maka kau bisa memperoleh 100 nyang sehari. Pendapatan itu setara dengan upah 3 tahun kerja!

Yoon Hee menolaknya, itu melanggar hukum dan bukan pekerjaan yang pantas dilakukan oleh pria sejati.

Setelah dari toko Tuan Hwang, Yoon Hee masuk ke satu tempat tersembunyi. Ia melepas ghat-nya/topi, membuka ikat rambutnya, membiarkan rambut panjangnya jatuh terurai, membuka jubahnya dan berganti baju hanbok, mengepang rambutnya, dan memperlihatkan pada pemirsa kalau benar dia adalah seorang gadis yang menyamar sebagai pria secara resmi.

Yoon Hee membawa bungkusan obat dan pulang ke rumah. Sampai di rumah, ia melihat seorang Yanban bersama beberapa anak buahnya memecahkan barang2 di rumahnya.

Yanban itu meminta Ibu Yoon Hee membayar hutangnya hari itu juga. Ibu Yoon Hee memohon, Tuan, tolong beri kami waktu, saya akan membayar dengan melakukan pekerjaan rumah tangga.
Yanban : Aku ingin kau membayar berupa uang.
Yoon Hee mendekati ibunya dan membelanya, bagaimana kau bisa sedemikian kasar dan menyiksa orang yang miskin dan tidak berdaya! Yanban itu memegang dagu Yoon Hee, Yoon Hee melepaskan diri.

Yanban : Kau hanya harus membayar 100 nyang pokok ditambah bunga 10 nyang, dan jangan lari malam ini. Kalau kau lari, aku bisa mengerahkan pasukan untuk mengejar kalian sampai ke ujung dunia.
Ibu Yoon Hee minta maaf, Tuan, anak saya masih muda dan tidak berpengalaman, tolong Tuan jangan marah.

Yoon Hee tidak tahan dan teriak, aku akan membayarnya dengan uang!
Yanban itu berkata aku ingin bayaran uang, jika kau tidak bisa membayar, jual saja putrimu sebagai bayaran-nya! Lalu ia pergi.

Adik laki-laki Yoon Hee sakit-sakitan, dan ibunya tidak berdaya. Yoon Hee menyiapkan makan dan mengajak keluarganya makan.

Yoon Hee : ayo makan pelan-pelan, kalian jangan cemas, aku akan mendapatkan uang, aku mendapatkan pekerjaan membuat salinan untuk para pelajar, kita pasti akan bisa membayar hutang kita.

Yoon Hee menemui Tuan Hwang dan bersedia mengambil pekerjaan itu. Tuan Hwang berkata kau harus hati-hati karena ini ilegal, kalau ketahuan, kau akan dihukum cambuk 100 kali, bukan..tapi 200 kali!
Yoon Hee terperanjat. Tapi Tuan Hwang lalu berkata, ah memang siapa yang akan menangkapmu, semua orang juga lulus dengan cara ini. Astaga, joki sudah ada sejak jaman Joseon! hahaha

Hari ujian di Sungkyunkwan tiba. Para siswa harus menempuh beberapa tahapan untuk ujian. Upacara dimulai, dipimpin oleh siswa paling berpengaruh di Sungkyunkwan, Ha In Soo.

Ha In Soo membacakan sebuah surat: mereka yang lulus ujian ini akan menjadi sarjana Sungkyunkwan dan membakarnya sebagai ritual upacara.

lalu ia memberi hormat pada pendiri Sungkyunkwan, dan ujian dimulai.

Siswa SKK mulai melakukan Bu Moon, yaitu berebut di pintu masuk agar mendapat tempat duduk yang terbaik.

Ada beberapa aturan di Sungkyunkwan :
Jang Jub = berebut kursi
Soo San = Orang yang menulis jawaban
Ib Moon Yoo Lin = semua memasuki ruang ujian
Hyuk Jae Hong Gaeng = memberi hormat petugas ujian

Semua tindakan ilegal diperlihatkan, para joki yang menggantikan ujian, siswa yang membawa contekan untuk ujian, dan suap-menyuap.

Yoon Hee datang ke lokasi ujian, ia gugup dan bertabrakan dengan beberapa orang. Yoon Hee sudah mendapatkan kode sandi, peta tempat duduk, dan lukisan wajah kontaknya, ternyata Wang! rekan Sun Joon.

Yoon Hee menemukan lokasinya dan mengatakan kata sandinya ke…Sun Joon! Yoon Hee salah orang! Yoon Hee minta bayaran dimuka.

Sun Joon menjawab sandi Yoon Hee dan membuat Yoon Hee lega, sampai ..Sun Joon berkata hadiah untuk penangkap joki sangat besar. Yoon Hee terperanjat! Ternyata ia salah membedakan Wang dan Sun Joon, Wang punya tahi lalat besar! Sun Joon tidak. sigh…

Sun Joon mengangkat tangannya dan teriak, disini! Ada orang yang menghina ujian! Yoon Hee Panik, sementara pengawas ujian datang mendekat. Ada apa?

Sun Joon berdiri : Saya dan siswa disini, kami semua sedang mengikuti ujian. Tapi anda tidak menyadari orang yang hanya ingin mencari uang.

Yoon Hee tidak berani bergerak dan tetap duduk, Sun Joon melanjutkan, para siswa yang hanya ingin mengisi lembar jawaban dan tidak mempedulikan korupsi di sekitarnya, dan petugas yang membiarkan saja. Bahkan pemimpin kampus ada di sini tapi tidak menyadari ilmu pengetahuan yang diperjualbelikan, ini sangat memalukan!

Pemimpin SKK teriak : Apa yang kau lakukan, seret dia kesini!
Petugas mendekat, lalu apa yang harus kami lakukan?

Sun Joon berkata : Kejahatan-nya (Yoon Hee) sangat berat, ia tidak boleh dibiarkan. Pertama, kalian harus memeriksa identitas-nya, kemudian, semua yang tidak mengikuti ujian harus ditendang keluar!
Teman-teman Sun Joon panik mendengarnya. Sementara Yoon Hee mengambil kesempatan mengendap-endap dan meninggalkan lokasi ujian.

Pemimpin SKK mendekat, dan kesal, kau siapa namamu tanyanya pada Sun Joon.
Sun Jon : Lee Sun Joon
Pemimpin SKK terperanjat : Apa? Jadi kau adalah, apa mungkin ..maksudmu kau adalah putra Yang Mulia..Lee Sun Joon yang itu? (Gu Jun Pyo-nya Joseon lah..)

Semua berubah dan proses ujian berjalan sesuai aturan. Apa yang kalian lakukan, teriak pemimpin, ayo bawa peraturan ujian ke sini!

Mereka mulai mengusir para joki, memeriksa siswa yang mencontek. Semua hal yang tidak jujur dan curang, tidak akan ditoleransi! Ayo kumpulkan semua contekan!
Akhirnya ujian berjalan sebagaimana mestinya.

Seperti yang diduga, Lee Sun Joon selesai pertama kali, dan ia menyerahkan lembaran ujian-nya. Profesor Jung membacanya tapi ia dengan dingin tanya, apa kau yakin kau tidak mencontek?
Sun Joon kaget, kau yakin kau tidak mencontek? Ternyata dibagian belakang jubah Sun Joon ada tulisan.

Ternyata Yoon Hee sempat menulis di bagian belakang jubah Sun Joon ketika ia duduk di belakang Sun Joon tadi. Sun Joon terperanjat.

Kata-kata Yoon Hee seolah-olah adalah kata-kata yang dibuat Sun Joon sendiri, yang menyindir betapa munafiknya golongan atas: Dia adalah sarjana yang terpelajar, tapi dia buta dalam mengurus orang, jika kau memberikan pisau pada orang itu, maka ia adalah tabib tidak berpengalaman yang membunuh manusia, mengapa orang yang menjual tulisan demi beras adalah pencuri, dan orang yang menjual tulisan untuk kekuasaan adalah warga negara yang baik. Dan menambahkan, “Aku adalah pencuri yang paling besar” dimana Aku mengacu pada Sun Joon.

Tulisan itu spontan membuat Sun Joon dijadikan bahan tertawaan teman-teman-nya.

Sun Joon murka dan ia ingin mengejar Yoon Hee, tapi Sun Joon justru tersandung tali yang ujungnya berisi contekan mengarah ke teman-nya, wang!

Sun Joon mendekati Wang dan merampas contekan itu.

Sun Joon mengikuti arah tali, dan menemukan Yoon Hee yang mengirim contekan pada Wang dari jarak jauh hahaha, Sun Joon : Karena aku menerima nasihatmu, bukankah aku seharusnya membayarmu?

Yoon Hee terperanjat dan ia melarikan diri, Sun Joon mengejarnya, Yoon Hee panik, ia lari terus di sepanjang sungai, sampai ke kerumunan orang di jalan raya.

Di jalan, Ha In soo dan beberapa rekannya jalan, ada Gu Yong Ha juga disitu, Yong Ha sibuk mengedipkan mata dan melambai ke arah para gadis. Yoon Hee menabrak Yong Ha!

Yong Ha mengamati Yoon Hee yang berada dalam pelukannya, ia seperti memastikan kecurigaan-nya, dasar playboy! Sun Joon hampir saja mendapatkan Yoon Hee tapi ditahan oleh teman Ha In Soo.

Yong Ha memandang Yoon Hee yang lari menjauh dengan pandangan ingin tahu.

Rekan Ha In Soo mengejek Jun Soo, kudengar kau sangat mengesankan dalam ujian.
Sun Joon : Aku tidak suka, melihat korupsi di ruang ujian dan tidak tahan. Pelajar rendahan seperti aku merasa seperti itu, tapi sepertinya pelajar SKK tidak tahu malu, menyombongkan diri di jalan seperti itu.

Yong Ha geli dan ia tertawa. Ha In Soo : Siapa yang bilang seperti itu, nanati jika kau masuk SKK, kau harus mengajari kami. Ini adalah kali terakhir aku akan mentolerir ke-kurang ajaran-mu.

Sun Joon : Jadi, mencontoh kelakuan sunbae juga adalah yang terakhir kali.
Teman In Soo menghadang Sun Joon, Sun Joon dengan tegas berkata, di jalan, ada aturan jangan menghalangi jalan orang. Teman In Soo itu justru jatuh dari jembatan dan byur!! terjun bebas ke sungai.

Yong Ha tanya siapa dia? Teman-nya berkata dia adalah Lee Jun Soo, putra perdana menteri Lee, dia tampan dan pandai, calon kuat pemimpin partai Noron (partainya Dong Yi!/Shim Yun Taek hehehe..) In Soo tidak suka mendengarnya. Tapi Yong Ha tampak tertarik : Aku merasa tertarik dengan berandal itu. (maksudnya Yoon Hee atau Sun Joon?)

Kemudian dia menjelaskan : Bukan yang belakangan, tapi yang di depan-nya. Oh berarti benar, Yoon Hee!
Lee Sun Joon terus mengejar Yoon Hee, Sun Joon bahkan menabrak kotak berisi ikan lele sehingga baju Sun Joon kotor, Yoon Hee sempat menoleh melihatnya, ia tersenyum geli. Sun Joon akan mengejarnya tapi ia ditahan oleh pedagang ikan yang minta ganti rugi.

Sun Joon membuka jubahnya yang bau dan terus mengejar, sampai ia melihat seseorang dengan topi wanita. (Cara Sun joon mencari Yoon hee lumayan artistik, dengan membuka lembaran demi lembaran kain dari sebuah toko, jadi inget POB haha) Yoon Hee menampar Sun Joon, beraninya pria melecehkan wanita, kelakuan seperti apa itu!

Sun Joon terperanjat, ia langsung meminta maaf. Sun Joon tidak berpikir kalau Yoon Hee adalah wanita. Yoon Hee melenggang pergi dengan nyengir.

Raja Jeongjo (Yi San, cucu Yi Geum aka Yeongjo) mendapat laporan dari Prof. Jung mengenai Lee Sun Joon, hmm Lee Sun Joon, anak yang mengacaukan partai ayahnya, sepertinya ia anak yang menyenangkan. Kau seharusnya khawatir karena anak itulah yang sudah merekomendasikanmu ke SKK.

Raja berkata aku jadi lebih menyukainya karena itu. Raja menembakkan panah dan tepat sasaran.

Pemimpin SKK menjilat Perdana Menteri/ Pemimpin partai Noron, ia senang menerima putra Perdana menteri di SKK.

Menteri Lee : Aku percaya kau akan mengampuni kesalahan anak-ku.
Menteri lain memperingatkan : Tapi jangan sampai ada anak partai Noron yang akan dilukai karena kejadian hari ini. Buku bukan sumber pendidikan, pendidikan berasal dari teladan orang tua/lebih tua.

Yoon Hee sepertinya malu dengan dirinya sendiri, karena sudah berbuat curang. Apalagi ketika ibunya menemukan peralatannya. Ibunya marah dan ketakutan, apa yang terjadi kalau kau ketahuan, apa kau tahu betapa berat hukumannya? Yoon Hee meminta maaf.

Ibunya menyalahkan dirinya sendiri karena tidak menghentikan Yoon Hee ketika Yoon Hee berkeras akan membayar biaya pengobatan adiknya, Yoon Shik. Ibunya sudah memutuskan, Yoon Hee harus hidup sebagai wanita sekarang. Kau harus hidup dibawah perlindungan seorang pria. Ibunya berkata kalau bakat menulis Yoon Hee adalah racun.

Ibunya memutuskan menyerahkan Yoon Hee pada Yanban yang memberikan pinjaman pada mereka. Ini yang terbaik, jika kau menjadi istrinya/selirnya, kau tidak akan kelaparan lagi.

Yoon Hee masih memohon tapi ibunya tetap teguh dan akhirnya Yoon Hee pergi ke rumah Yanban itu.

Ternyata dia adalah menteri pertahanan, ayah Ha In Soo! In soo punya seorang adik perempuan yang manja, Ha Hyo Eun.
In Soo bisa lembut juga dengan adiknya itu. In Soo tanya, sekarang apa lagi yang kau inginkan?

Yoon Hee menghadap menteri dan dengan sopan berkata kalau tindakan menteri akan membuat masyarakat bereaksi. Orang akan berkata kalau Menteri menggunakan pinjaman dengan bunga tinggi untuk membeli seorang gadis muda. Yoon Hee dengan manipulatif berkata, saya harap Tuan tidak terlibat skandal karena saya. Yoon Hee menawarkan uang yang ia miliki dan berjanji akan membayar sisanya nanti.

Menteri Ha tidak termakan begitu saja dengan kata-kata Yoon Hee, kau mengancamku?
Yoon Hee : Tidak, yang saya takutkan adalah sentimen publik, Dae Gam. Jadi lebih baik menghindari konflik jika tahu akan kalah.

Menteri Ha tertawa geli, jadi kau juga mengerti taktik militer? Kau benar. aku akan menerima bayaranmu sebelum timbul sentimen publik.

Yoon Hee diberi waktu 3 hari dan dibiarkan pergi. Tapi sang menteri berkata kalau dia tidak akan melepaskan Yoon Hee dan akan membuatmu menjadi milik-ku.

Ha In Soo melihat kepergian Yoon Hee dan ia menegur Yanban yang sudah membawa Yoon Hee ke rumahnya, sepertinya ayahku terlalu menyukaimu, bagaimana kau bisa membawa gadis biasa seperti itu masuk ke rumah dan menemui ayahku?
In Soo mengancam, aku tidak seperti ayahku, aku tidak akan memberimu kesempatan kedua.

Yoon Hee jalan pulang dan ia dihadang preman, mereka merampas kantung uang Yoon Hee. Yoon Hee mengejar preman itu sampai di satu gang, Yoon Hee ingin mereka mengembalikan uangnya.

Ternyata Yanban yang meminjamkan uang pada Yoon Hee juga muncul bersama anak buahnya. Yoon Hee ketakutan akhirnya ia berlutut untuk memohon agar uangnya dikembalikan.
Yoon Hee : Aku mohon, kembalikan uang yang kuperoleh dengan pertaruhan nyawaku.

Orang-orang itu tertawa sinis, Yoon Hee melihat mereka sedikit lengah, ia langsung berusaha merebut kantung uangnya dan ia bahkan menggigit salah satu preman itu. Keributan itu mengganggu seseorang yang sedang tidur di dekat gang itu.

Orang itu kelihatan sebal, ia melemparkan apel ke arah preman itu, dan langsung menyerang mereka. Seorang pemuda berpenampilan acak-acakan dan cuek, tapi sebenarnya dia adalah siswa SKK juga, anggota ke-3 Joseon F4, Moon Jae Shin!

Jae Shin mengalahkan semua preman itu, ia teriak, apa masih ada yang tidak terima? ayo keluar! Preman itu tidak berani maju lagi dan kabur semua.

Jae Shin berkata pada Yoon Hee, aku ingin berbagi minum, dan kupikir aku tidak harus mengeluarkan uang kan? Jae Shin nyengir.

Yoon Hee mengikuti Jae Shin, setelah itu Yoon Hee membungkuk dan mengucapkan terima kasih.

Jae Shin tidak menanggapi. Yoon Hee melihat lengan Jae Shin terluka karena perkelahian tadi, Yoon Hee segera mengulurkan saputangan-nya. Jae Shin tidak mengambilnya dan terus jalan.

Yoon Hee mendesak-nya, kumohon, biarkan aku membalas kebaikanmu. Jae Shin mengambil saputangan Yoon Hee dan dengan dingin berkata : Kau ingin berterima kasih? Kalau begitu jangan muncul lagi di depanku!

Yoon Hee terbelalak : Apa?

Jae Shin : Kuharap aku selamanya tidak akan bertemu orang sepertimu. Jangan terlalu mudah menundukkan kepalamu, dan jangan berlutut di depan sembarang orang. Itu akan menjadi kebiasaan, dan sekali sudah menjadi kebiasaan, itu akan susah dihilangkan. Mengerti?

Lalu Jae Shin pergi. Oh I love Jae Shin instantly hahaha..more than the 2 other male casts.

Sun Joon meminta pelayan-nya mencari Yoon Hee tapi tidak berhasil.

Sun Joon menghadap ayahnya. Ayahnya sangat tegas dan berkata seluruh dunia menunggu kau melakukan kesalahan dan orang yang paling bodoh adalah orang yang menyombongkan kepandaian-nya sendiri.

Sun Joon merasa ia tidak perlu menyembunyikan kepandaian-nya. Menteri Lee menjawab tidak salah dengan mempertahankan nama dan otoritasnya, tapi kau harus ingat posisi dan apa yang akan kau warisi kelak (partai Noron).

Han In Soo bersama gank-nya ingin menjebak Sun Joon lagi. Rekan In Soo memberi usul, bagaimana kalau membayar preman untuk memukulinya. In Soo tidak tertarik dan ia ingin minta Yong Ha memberinya saran. Yong Ha sedang asyik membaca komik dewasa-nya dan ia memikirkan suatu cara.

Sun Joon berkeliling ibukota dengan lukisan wajah Yoon Hee (versi pria) dengan alasan, anak ini berhutang padaku dan ia harus membayarnya. Tuan Hwang juga diperlihatkan lukisan wajah Yoon Hee, dan ia mengenalinya tapi ia diam saja dan berkata ia tidak pernah melihatnya.

Tidak lama, Yoon Hee masuk ke toko Tuan Hwang, Yoon Hee ingin meminjam 100 nyang sekarang juga. Yoon Hee ingin menjadi joki lagi untuk ujian berikutnya. Tuan Hwang menolak memberikan pinjaman.

Yoon Hee sedikit mengancam, ya sudah mungkin pekerjaan ini bukan untuk-ku, kalau begitu aku mengaku saja, dan kalau aku mengaku, apa tidak mungkin Tuan juga akan kena?

Tuan Hwang terjebak, ia akhirnya memberikan pinjaman 50 nyang dulu dan meminta Yoon Hee melakukan pekerjaan yang berbahaya untuknya, mengirimkan buku yang terlarang pada seseorang. Yoon hee menyanggupinya.

Yong Ha melihat Yoon Hee keluar dari toko buku. Setelah Yoon Hee pergi, ia menemui Tuan Hwang dan berkata aku tahu kau melindungi anak yang dicari oleh putra Perdana Menteri, Lee Sun Joon. Yong Ha menekan Tuan Hwang, jika kau tidak ingin celaka, kau harus membantuku.

Kemudian Yong Ha menemui Sun Joon. Yong Ha menawarkan Sun Joon bantuan untuk mencari Yoon Hee. Sun Joon curiga. Tapi Yong Ha berkata ia ingin membantu karena ia senang, ia ingin melihat sejauh apa Sun Joon mengurus masalah ini dan ini akan membuatnya senang.

Yong Ha menawarkan bantuan, hanya ada satu cara menemukan Yoon Hee, tapi ini berbahaya dan membutuhkan satu pengorbanan besar, apa kau siap?

Yoon Hee menuju lokasi yang sudah ditentukan Tuan Hwang untuk menyerahkan buku terlarang itu. Jika Yoon Hee tertangkap, maka dia akan menerima hukuman berat. Yoon Hee dengan gugup masuk ke dalam hutan menuju lokasi pertemuan mereka.

Sebenarnya ini adalah rencana Yong Ha untuk menjebak Yoon Hee dan Sun Joon. Yong Ha ingin menjebak Sun Joon agar Sun Joon tertangkap basah dengan buku terlarang itu, sementara itu mereka memanggil polisi untuk menangkap Sun Joon.

Sun Joon sudah menunggu Yoon Hee di dalam pondok tengah hutan. Yoon Hee masuk dan saling bertukar kode. Yoon Hee pikir itu Wang! Yoon Hee ingin menyerahkan buku itu tapi ia terperanjat ketika Sun Joon justru menarik pergelangan tangannya.

Yoon Hee merasa ia dikerjai, maka Yoon Hee langsung lari keluar. Sun Joon menyusulnya. Apa kau tahu betapa susahnya aku mencarimu?

Tiba-tiba terdengar suara polisi mendekat. Yoon Hee panik dan ia marah, ia mengira Sun Joon menjebaknya dan Yoon Hee menampar Sun Joon lagi!

Sun Joon mengambil buku itu dari Yoon Hee, lalu berkelahi dengan polisi-polisi itu, tapi ia kalah jumlah dan ia mendorong Yoon hee ke bawah bukit agar tidak terlihat polisi lalu Sun Joon lari.

Di Gibang, In soo dkk merayakan keberhasilan mereka menjebak Sun Joon. Yong Ha mendesah dan ia merasa bosan, ia pikir Sun Joon akan melawan sekuat tenaga, ia kecewa, mengapa berakhir begitu cepat?

In soo terlihat puas.

Di hutan, Yoon Hee mengomel, bagaimana bisa mendorongku seperti itu. Yoon Hee tidak terlalu mengerti situasi genting yang dihadapi keduanya.

Sun Joon meraih Yoon Hee dengan diam-diam, dan menutup mulut Yoon Hee dengan tangannya untuk membuat Yoon Hee diam.

Sun Joon dan Yoon Hee sembunyi di bawah batu besar, polisi berdiri di atas batu itu. Sun Joon menarik Yoon Hee semakin dekat padanya agar polisi itu tidak melihat Yoon Hee. Jantung Yoon Hee berdetak kencang.

Yoon Hee merasa jengah dan juga panik, ia berusaha melepaskan diri dari pelukan Sun Joon.

Tapi Sun Joon lebih takut dengan bahaya yang akan timbul jika mereka tertangkap, Sun Joon tidak melepaskan Yoon Hee dan justru semakin mempererat pelukan-nya.

Sinopsis Marry Stayed Out All Night Episode 2 a.k.a MARRY ME, MARY

November 21, 2010 by

ALWAYS

November 21, 2010 by

?iCinta, apa itu cinta
Aku bingung, tidak bisa menggambarkan
Karna cinta belun memilih berlabuh di hatiku
Karna cinta masih samar dalam pandanganku
Kadang aku takut kadang aku ingin
Kapankah rasa indah itu akan datang
Lalu merubah hidupku
Tapi aku percaya, cinta itu akan datang
di waktu yang tepat dan tak terduga
Bahwa cinta pasti akan tiba dan aku pasti akan mengenalinya

“ Sian , lo lagi ngapain ?” Tanya seorang cowok tinggi kurus pada cewek imut yang sedang asik mengetik sebuah laptop.
“ Lo nanya apa lagi basa-basi? Gak liat adek lo yang cantik ini sedang sibuk. ” Jawab cewek itu dengan cuek. Gadis ini bernama Sian dan kerjaannya memang pacaran sama laptop mulu.
“ Paling-paling lo sibuk curhat gak jelas.” Sahut cowok yang bernama Dion tersebut yang tidak lain adalah kakaknya Sian. Dion melempar ranselnya dan membanting keras tubuhnya di kasur empuknya Sian.
“ Heh! Lo ngapain rebahan disini,lo kan punya kamar sendiri, lagian kalo lo bosan sama kamar lo rumah ini masih punya enam kamar kosong yang bisa lo jadiin markas selain kamar gue kan?. ” Omel Sian yang mulai merasa terganggu dengan kehadiran abang semata wayangnya.
“ Brisik lo! Gue lagi pengen disini neh, bodo kamar siapa ”
Sian mendengus dan berhenti mengetik komputernya.
“ Lo kenapa seh, mau curhat sama gue? ”
“ Ternyata back street itu ga enak banget, lagi asik-asik kencan takut kepergok gue malah nyemplung ke got. ”
“ Ha…ha…makanya jadi cowok jangan cemen, emang lo back street ama siapanya Fara sih? ” Sian jadi penasaran lalu batalin curhatnya, bahkan demi ngedengerin curhatnya Dion secara lengkap Sian beranjak duduk kekasurnya mendekati Dion.
“ Temenya ”Jawaban singkat namun terdengar lesu dari Dion.
“ Gue tebak, Temanya itu cewek dan ternyata juga suka sama lo, wah gue gak nyangka tenyata lo gini-gini laku juga kayak di sinetron aja. ”Tandasnya asal.
“ i mending gak usah dengar curhat gue lagi deh. ”iLo klo nebak sendir Dion pun jadi emosi karna Sian gak serius dengerinnya.
“ Duh ilehhh….lo sensi kayak cewek yang lagi mau datang bulan aja. ”Goda Sian lagi, gak tau apa muka dion itu udah serius , buangett malah.
“ Lo itu….”
“ Oke-oke gue bakal dengerin seserius mungkin. So…..? ”
“ Yang jelasnya Handy itu cinta mati sama Fara tapi Faranya cuma nganggep dia sebagai sahabat gak lebih, tapi anehnya Handy gak pernah ngijinin ada satu cowok pun ngedekati Fara. Pernah ada yang coba ngedeketi Fara dan orang itu katanya dipukuli sekelompok orang dan gak tau itu siapa. Orang-orang itu hanya minta gak ngedeketin Fara lagi. Emang sih di kampus Handy dan gengnya tekenal preman. Klo bukan karma Fara yang minta buat backstreet gue juga pasti bakal berani ngadapin gangnya Handy. ”
“ Yang bener….gue sih gak yakin. He…he…becanda! Gue tau kok lo itu orangnya pemberani tapi masalahnya lo itu orangnya cuek, gak suka cari masalah tapi justru itu orang pikir lo itu pengecut. ” Candanya berikut nasehat sok dewasa padahal umur juga baru 17 taun.
“ Udah ah gue mau tidur, sana keluar! ” Perintah Dion sambil mendorong pelan pundak Sian lalu segera mengambil guling untuk Tiarap.
“ Heh, orang ini kamar gue juga, harusnya elo yang minggat. Sana! Gue udah mual liat muka lo. ”
Dion tidak mempedulikan omelan sian, matanya sudah mulai meredup, benar-benar telah hampir meninggalkan dunia nyata. Meninggalkan Sian dengan rasa dongkol yang teramat sangat. Masa yang punya kamar di usir, pake dorong-dorong lagi, kurang ajar banget. He…he….
***
Pasangan yang baru jadian emang serasa punya mereka semua deh, yang laen cuma ngontrak. Anggep aja prasasti yang gak bisa ngomong cuma bengong sambil ileran doang.By theway anyway busway yang namanya Fara emang cakep, Kayak super model, cakepnya bikin yang ngeliat ngucap istigfar sambil merem melek alias cantik Buanget dah.
Sebelum sampai dekat kampus Fara langsung mencekal lengan Dion dan berhenti.
“ Ada apa Far? ”
“ Kita udah dekat kampus. ”
“ Ya emang kenapa? ”
“ Lupa kalo kita gak boleh ketauan anak-anak apalagi sampai ketaua Handy. ”
“ Handy…Handy…Handy…gue bosen tau gak? Gue gak takut sama Handy so… gak ada masalah lagi bukan? ” Dion cuek.Terang aja siapa yang gak cape pacaran berbulan-bulan tapi mesti ngatur jadwal biar gak ketauan.
“ Kita udah membahas masalah ini, ini bukan masalah takut atau berani tapi….”
“ Tapi apa? Lo takut kalo Handy bakal sakit hati, gitu? ” Dion mulai gerah dengan alasan-alasan Fara.
“ Kok kamu jadi marah-marah sih! Asal kamu tau yang aku takutin itu kamu! Aku takut kalo Handy bakal lukai kamu,aku kenal siapa Handy! ”Fara balik emosi dan akhirnya lagi-lagi Dion mengalah.
“ Maafin gue Far! ” Dion menarik Fara kepelukannya.
iTapi kita gak bisa terus-terusan begini.
Batin Dion seolah ingin menentang keputusannya sendiri barusan
***

Disaat suasana seharu itu, seromantis itu, yang namanya Handy udah kayak jelangkung disebut langsung datang, parahnya Handy datang bukan dengan say halo tapi say plus tonjokan termanis sebagai hadiah perkenalan .Otomatis Dion yang gak punya persiapan apapun harus rela berdarah dan terpental ketanah.
“ DION…….!” Teriak Fara yang langsung mendekati kekasih hatinya yang sukses di buat Handy bonyok. Tapi dengan segap Handy menarik lengan Fara ” Lo apa-apaan sih Han? Lepasin gue!!!! ”
“ Gue udah bilangin elo kan Far, Selama gue belum bisa lupain cinta gue ke elo,elo gak boleh dekat ama cowok mana pun!!!!! ”
BRUUK!!! Gantian Dion yang melayangkan tonjokannya
“ Lo gak ada sedikit pun hak buat ngelarang-ngelarang dia,ngerti? ”
Fara melongok heran melihat adegan balasan tonjok dari Dion.
Handy yang tadinya ngajak sekutu-sekutunya mana mungkin tinggal diam. Lima orang dari sekutu tersebut serentak menghajar Dion habis-habisan. Fara gak bisa berbuat apa-apa karma Handy menahannya dengan erat. Ia hanya bisa menangis dan teriak-teriak.
“ Handy pliiis jangan sakiti Dion….Hik…hik…Udahh!!! ” Jerit Fara ketakutan.
“ Guys! Udah! Sekarang lo balik sama gue. ”
“ Iya! Gue balik sama lo, PUAS!!! ” Pekiknya Fara lagi.

Inilah keputusan Fara, membiarkan Dion yang ancur abis lalu ikut bersama Handy. Sedangkan Dion tidak bisa berbuat apa-apa, hanya lirih melihat orang yang di cintai berlalu meninggalkannya sendirian,yah! Sendirian tanpa ada yang berkenan menolongnya.
“ Kak Dion….! ”Teriak Sian prihatin melihat Dion babak belur dan terbaring dirumah sakit. ”Kaka kenpa?” Tanyanya lirih.
“ Au…..Sakit tau, jangan dipegang! ” Dion menepis tangan Sian.
“Kenapa lo bonyok gini? “ Tanya Sian lagi dan Dion diam sebentar. ” Lagi mikir buat cari alasan ke gue?Gue tau, pasti ada hubunganya dengan Fara kan? ”
“ Gak, karna jatoh kok. ”
“ Lo pikir gue masih umur berapa? ”
“ Sian, gue gak mau ngebahas ini sekarang. Tapi lo tau dari mana kak Dion di sini? ”
“ Ya….dari teman lo si Abdul .”
“ Si Abdul ngapain bawa gue kesini sih? ”
” Masih untung, ya ada yang nolong. Abdul juga udah cerita semuanya. Lo bodoh banget seh jadi cowok, sekarang mana yang namanya Fara? Gak ada kan? ” Sian emosi dan mau keluar dari ruangan rawat.
” Sian ! Lo mau kemana? ”
” Udah lo gak perlu tau. ”
***
Ternyata si Sian cewek imut yang masih anak SMU ini minta anter sama Abdul buat nyari yang namanya Handy dan Fara. Si Abdul udah berusaha nolak dan bohong tapi yang namanya Abdul ni udah cinte mentok sama neng Sian akhirnya mau gak mau nganterin juga ketempat Handy CS. Mereka pun sampai kesebuah tempat karoke. Sian liat-liat dari depan pintu lalu bertanya sama Abdul yang mana yang namanya Handy.
” Dul, itu Handy dan Fara CS? ” Tanya Sian.
” Bu..bu…bukan. ”
” Lo gak usah bohong deh! Ini ni ruangan terakhir. Cepetan bilang yang didalam ini ada Handy CS apa bukan!? ” Pekik Sian. Abdul anak betawi asli inipun jadi ngeri dan h Sian memuncak, dia langsung nyelonongisecara spontan mengangguk. Amara masuk dan gak peduli didalam sana ada 4 orang cowok sekutu Handy, anak kuliahan pula. Sedangkan dia hanya membawa seorang Abdul, cowok meleambai dan ember.
” Siapa lo!? ” Salah satu dari 4 teman Handy bereaksi dengan kedatangan Sian.
” Lo yang namanya Handy? ”
” Bukan! Gue Handy! ” Handy pun berdiri dan melihat kearah Sian yang lebih pendek darinya.
” Oh, bagus deh lo punya nyali buat ngaku. ”
” Woi…anak kecil…!! Gak kebalik, elo yang punya nyali buat teriak-teriak disini?!” Teriak satunya lagi.
” Hahaha…” Semuanya tertawa terbahak.
” Elo, Han! Jangan merasa lo paling berkuasa deh, mentang-mentang kaka gue gak ngelawan, lo bisa lakuin ini kedia! Lo pikir lo siapa? ”
” Anak kecil, lo lagi ngomongin siapa seh? ”
” Dion, dia kaka gue, dan kalian semua udah keterlaluan tau gak bikin kaka gue masuk rumah saki. ”
” Oh…lo perlu biayaya. ” Handypun membuka dompet lalu meletakkan uang belasan lembar ratusan ribu ketangan Sian. ” Cukup kan buat bayar rumah sakit sekalian buat lo jajan, beli apa kek biar mulut lo itu bisa diem, lo ke sini buat itu kan? ” Ucap Handy kasar. Sian melangkah mendekati Fara yang dari tadi kaget dan hampir mau menangis.
” Di saat kaka gue memperjuangkan cintanya buat lo dan berakhir dirumah sakit, lo malah masih bisa karokean dan berniat ninggalin kaka gue. Selama ini gue cuma hidup berdua sama kaka gue, gue pikir cewek yang dicintai kaka gue pastilah berhati malaikat, tapi ternyata gak lebih dari cewe maruk yang bisanya cuma nyakitin perasaan orang. ”
” Eh, diem lo! ” Bentak Handy atas perkataan kasar Sian pada Fara. Fara hanya tetap terdiam dan menangis.
Puncak dari amarah Sian, tangannya langsung melayang kewajah gantengnya Handy. Semuanya jadi kaget, Dion aja gak seberani ini, adeknya yang masih kecil malah  Abdul jadi puyeng liatnya. Sekarangiberani dateng plus nonjok pula, si gantian. Sian mengeluarkan seluruh isi dompetnya yang hampir berjumlah 5 jutaan dan menggabungkan dengan uang dari Handy tadi lalu melemparnya keras kearah muka Handy sampai-sampai jadi hujan duit.
” Cukup kan? Buat lo kosultasi ke psikiaater! Atau paling gak cukup lah buat lo beli pampers, elo kan cowo yang bisanya bersembunyi diketiak kekuasaan bokap lo. ”
Ucapan terakhir Sian benar-benar membuat Handy mati gaya, malu banget…diserang anak SMU cewek pula.

Hasil dari keberanian Sian tadi malam, sehabis pulang dari sekolah Handy langsung menyambanginya didepan sekolah. Seberani-beraninya Sian dia tetap merasa takut juga, kan yang dihadapi ini cowok, anak kuliahan, sekutunya banyak lagi. Jadi Sian berusaha berlalu begitu saja tidak menghiraukan kedatangan Handy.
” Kenapa lo anak kecil? Takut? ” Tantang Handy, Sian yang merasa tersinggung langsung berbalik dan nyamperin Handy yang kayaknya dateng sendiri.
” Napa lo? Dendam soal tadi malam? ”
” Gue mau ngomong sama lo? ”
” Ya udah ngomong aja. ”
” Ya gak disini, lo ikut gue! ” Perintah Handy.
” Ngapain? Ogah! ”
” Bro! ” Panggil Handy, dan seluruh temen cowoknya tadi malam keluar dari mobil dan langsung membekap Sian lalu memaksa masuk kedalam mobil. Mobil jenis jeep yang berwarna hijau tua itu pun melaju meninggalkan sekolah tersebut.
” Heh! Manusia-manusia gak punya otak, kalian mau apa? Beraninya komplotan nyulik gue! ” Sian teriak-teriak.
” Gue ajak lo ngomong baik-baik lo gak mau, jadi sekarang lo diem atau….”
” Atau apa? Ha! ”
” Atau lo bakal tau sendiri apa yang gue lakuin. ”
Ternyata Handy CS membawa Sian kesebuah bukit yang jauh dari kota.
” Lo semua mau bunuh gue, ya! Makanya gue dibawa kesini. Eh, lo semua gak pernah nonton film horor, ya? Klo gue dibunuh, arwah gue gak akan tenang dan bakal nuntut balas sama kalian semuanya. ”
” Akhirnya…lo takut juga, ekspresi yang begini neh, yang mau gue lihat. ” Ledek Handy.
” Kalian maunya apa seh? Bawa gue balik sekarang! Gue mau pulang………pulang….! ”
” kalo mau pulang, pulang aja sendiri. Lo pikir orang-orang ditempat ini lebih baik dari kita? gak, ya…paling gak mereka gak akan anggurin liat cewek jalan sendirian. ” Handy nakut-nakutin.
” Lo pikir gue takut, ha! ”
Sian langsung berjalan meninggalkan Handy dan komplotannya. Gak tau arahnya kemana Sian hanya berjalan lurus diperbukitan, dan setelah gak tau lagi arah kejalan raya, Sian hanya bisa menyerah lalu jongkok sambil nangis.
” Ini…dimana seh…gue mau pulang…….hik…hik…..kak Dion…gue mau pulang….” Rengek Sian. Tiba-tiba Handy datang lalu menarik Sian untuk berdiri.
” Ayo gue anterin pulang? ”
” Maksud lo itu apa seh? nyulik gue, bawa gue ketempat….apa lah ini….trus tiba-tiba lo dateng saat gue hampir mati kebingungan…”
” Dan ketakutan. ” Sambung Handy.
” Iya! Puas ilo! ”
” Gue…cuma pengen liat lo nangis dan ngasih lo pelajaran, tapi ternyata…gak asik! Gue yang malah kelimpungan nyari elo. ” Katanya sambil tersenyum.
Pada akhirnya mereka pun pulang bersama dengan tenang, gak ada ribut-ributan makanya Sian tanpa sadar terlelap saat masih diperjalan pulang. Hari sudah malam, Fara malah telpon minta jemput dirumah tantenya karna disana jam segitu udah gak ada taksi. Begitu membuka pintu depan mobil Fara kaget melihat ada Sian disitu. Farapun langsung menarik Handy menjauh.
” Lo apain Han anak orang? Lo jangan keterlaluan deh…” Handy pun menceritakan semua yang telah terjadi.” Trus lo mau kemanain dia? ”
” Ya…gue anterin pulang lah, masa gue bawa kerumah gue seh. ”
Fara hanya tinggal diam melihat kelakuan Handy yang lain dari biasanya tersebut. Dan sebelum ngedrop yang lain Handy lebih dulu ngedrop Sian sampai depan rumahnya.
” Anak ingusan bangun lo! ” Teriak Handy dikuping Sian. Sian pun setengah sadar sedikit membuka matanya.
” Ada dimana neh? ”
” Sejak kapan lo amnes, ni depan rumah lo kali. ”
” Oh…tanks ya! dagh…! ” Entah Sian ini lagi ngigo atau apa, sebelum turun dari mobil sempet-sempetnya ya Handy. Kontan yang ngeliat pada kedap-kedip gak jadiiaja nyium pipin ngantuk termasuk orang yang jadi korban ciuman Sian yang langsung kagok dan melotot. Fara yang sejak kecil disukai Handy pun hanya bisa menatap heran dengan apa yang telah terjadi. Handy yang selama ini mengekangnya dan dan gak biarin dia deket ma cowok lain kini menjadi Handy yang bikin orang bingung dengan perubahan sikapnya. Tapi gak ada yang berani mempertanyakannya kecuali fara yang baru berani bertanya setelah mereka hanya tinggal berdua.
” Lo…..suka sama adeknya Dion? ”
” Ya…gak lah…lo tau sendiri perasaan gue ke elo.”
” Yakin sama sekali gak berubah, gue lihat sikap lo berbeda sama dia. ”
” Maksudnya? ” Handy mengelak.
” Ya udah lah, lupain aja omongan gue. ”
Malam itu berlalu dengan pertanyaan yang masih menggantung.

Beberapa hari Handy gak pernah lagi ketemu sama Sian dan anehnya si Handy jadi uring-uringan gak jelas. Semua antek-anteknya termasuk Fara jadi kena imbas, apa yang mereka lakuin selalu dikomentari pedas sama Handy, selalu marah-marah gak jelas dengan alasan yang gak penting.
” Han, lo…gak bisa nutupin perasaan elo Han, Sian udah ngubah perasan lo ke gue atau mungkin udah dari dulu sebenarnya perasaan lo gak ada buat gue. ”
” Udah berapa kali seh, gue bilang. Gue itu sukanya sama lo. ”
” Gak! Lo suka sama Sian. ”
” Elo. ”
” Sian. ”
” Elo…”
” Sian…”
” Gue? ”
ndy spontan dan akhirnyai” Sian. ” Jawab Ha terbongkar sudah isi hatinya.
” Han, mungkin nanti lo akan sulit dapetin cinta lo, lebih sulit dari dapetin gue! Karna Sian…..lebih dicintai Dion dari pada gue! Sebenarnya Dion itu bukan penakut atau pengecut, dia begitu karna gue ngelarang dia buat ngebalas elo. Tapi kalau dia tau lo mulai masuki kehidupan adeknya. Lo akan liat Dion bukan seperti apa yang lo pikirkan. So….pilihan lo cuma ada 2, perjuangin dia dan ngehadepin Dion, atau menyerah dan lupain aja perasaan elo. ” Nasehat dari Fara buat Handy. Cowok berotot ini pun berpikir.
” Kita, selesaiin ini semua. ” Ucap Handy sebelum menarik Fara untuk pergi bersamanya, pergi kerumah Sian dan Dion. Tapi mereka bingung melihat Dion dan Sian masukin koper ke Bagasi taksi.
” Dion. ” Panggil Handy. Dion dan Sian pun menoleh.
” Mau apa lo kesini? ” Tanya Dion ketus. Dan itu sudah sewajarnya.
” Kamu mau kemana Yon?” Tanya Fara.
” Ke Jerman. ”
” Buat liburan? ”
” Kita gak urusan lagi kan? ” Tanya Dion balik dengan wajah yang sangar.
” Sian, gue mau ngomong. ” Handy langsung memotong begitu mendengar Sian mau pergi.
” Ada urusan apa lo sama adek gue? ”
” Gue suka sama adek lo emang kenapa? ” Si Handy malah nantang dan alhasil dia dapat bogem mentah dari sang kaka cewek yang ditaksirnya. Sian yang tadinya bengong malah tambah kaget dengan insedent adu jotos kedua cowok tersebut.
” Far, bawa cowok yang selama ini lo lindungi ini! Jangan sampai gue seret dia kepenjara! Gue gak tau apa maksud lo dengan tiba-tiba ngedeketin adek gue, tapi yang pasti…..jangan kan bisa bertemu lagi di hari nanti, dalam mimpi pun lo gak akan bisa nemuin adek gue!!! Denger lo! ” teriak Dion yang langsung menarik lengan adiknya untuk memaksa masuk ke mobil. Tapi Handy yang pada dasarnya preman, gak mau kalah malah juga menarik lengan Sian yang satunya.
” Seumur hidup gue, gue gak pernah minta maaf sama orang. Tapi kali ini gue…..minta maaf sama lo, Fara cinta sama lo sampai saat ini. Lalu apa kita gak bisa mulai dari awal ? ” Mohon Handy, dan Dion malah tersenyum.
” Mulai dari apa? Lo sama Sian? Ayo Si! ” Dion gak peduli dan malah terus menarik adiknya.
” Kak, boleh gue bicara sama dia. ”
” Tapi kita bisa terlambat. ”
” Kak, kita pasti ke Jerman, tapi…sebelumnya, gue mau ngomong sama dia. ”
Dion melepaskan genggaman lalu membiarkan adiknya menghampiri Handy dan Fara. Dipikir mau ngomong apa? Cinta, atau paling gak kata-kata perpisahan, eh taunya Sian malah nampar mukanya Handy.
” Lo pikir semua yang lo pengen harus bisa ada disamping lo, lalu jadi mainan elo yang begitu bosan lo buang begitu aja. Gak Han, lo gak bisa lakuin itu ke gue. ” kakanya yang sudah nungguiUcapnya sini sebelum kembali menghampiri  disamping taksi.
” Lo bukan mainan Si, bagi gue….lo jauh lebih dari itu! ” Teriak Handy yang masih ingin meyakinkan. Tapi Sian tetap pada rencana awalnya, pindah ke Jerman dengan diawali naik taksi menuju bandara. Pergi meninggalkan Fara dan Handy bersama kakanya.
” So…..gimana nasib kita Han? ” Tanya Fara.
” Dia pasti ia cinta sama gue! Gue bisa liat itu”ibalik…..karna d
” Pede banget lo! Tau dari mana…..? ”
” Karna gue sama dia itu sama, so…..she always want to be me. Kita liat aja nanti. ”

Cinta itu pasti berjalan kemana takdir akan membawanya, dan jika takdir sudah berkata cinta akan kembali, meski keliling eropa atau seluruh dunia sekalian, pasti akan tetap kembali menemukan bagiannya.
LOVE 2009

 

Febry CyriL

ANGEL or DEVIL

November 21, 2010 by

 

” Harusnya hari ini aku tidak bertemu dengannya….susah payah aku mendapatkan jadwal kuliahnya ini. Akhirnya….aku hari ini bebas….!!!” Teriakku dengan kegirangan.
“ Bebas apa maksudmu, apa yang sedang kau bicarakan itu aku…..?” Suara berat sorang laki-laki yang tidak asing melesat ditelingaku.
Suara laki-laki itu…aku pikir aku tidak akan mendengarnya hari ini, aku pikir akku bisa bernafas untuk beberapa saat tapi ternyata…?
” Bukannya hari ini kau tidak ada jadwal kuliah? ” Tanyaku agak sedikit kesal.
” Memang kalo tidak ada jadwal aku tidak boleh kekampus? ”
” Bu…bu..bukan begitu, hanya saja….sejak aku kenal kamu kampus bukan jadi tempat yang menyenangkan lagi buat aku, kenapa seh kamu harus sukanya sama aku? ” Bentakku langsung.
” Karena malam itu adanya kamu…..” Jawabnya aneh tapi aku mengerti.
3 hari yang lalu saat aku sedang diperjalanan pulang aku melihat sebuah motor sedang terkapar dengan menindih seorang pria yang terjebak tidak bisa bangun bahkan saat seperti itu ada sebuah truk yang kayaknya sedang disupiri seorang yang sedang mabuk hampir saja menindas motor itu berikut pengendaranya. Tapi….hal mengerikan itu tidak jadi terjadi saat aku berhasil pembebaskan pengendaranya.
Ternyata orang yang kuselamatkan itu adalah Mirza, cowok yang tidak pernah lulus dikampus, dia dan teman-temannya menjadikan kampus hanya sebagai tempat kumpul-kumpul saja, semua orang tau itu. Anehnya…banyak yang bilang perbuatan mereka itu keren. Kalo bilang orang-orang nya keren aku masih bisa terima karna itu memang kenyataan tapi kalo mereka bilang perbuatan mereka itu keren, sungguh pikiran mereka sangat dangkal.
Dan aku tidak pernah menyangka pengendara tersebut ternyata seorang setan busuk yang saat ini mengikutiku terus kemanapun aku pergi. Aku rasa cowo ini agak sedikit gila, masa dia terus berkata aku malaikatnya….
” Heh, siapapun yang melihat kejadian itu pasti akan menolong, kalo yang menolongmu saat itu adalah seorang pria apa kamu juga akan mengejar-ngejarnya sama sepertiku. ” Aku meledak karna gerah atas tingkahnya.
” Tapi kenyataanya yang menolong itu kamu kan itu artinya kita berjodoh. ”
” Berjodoh? Dimana otakmu? kalau tau ternyata orang yang aku selamatkan adalah seorang gila seperti kamu, jangankan menolong, bahkan aku akan sangat berterima kasih pada supir itu jika dia menindasmu sampai mati. Kau tau? Kau sangat menggangguku, aku sama sekali tidak menyukaimu, aku sudah punya pacar, jadi aku rasa lupakanlah perasaanmu. ” Omelku tiada henti. Dia hanya tersenyum lalu menarikku sampai kami jadi sangat dekat. Matanya yang tajampun mengikatku dalam pandangannya yang lekat, lututku terasa lemas karna saking dekatnya aku dapat mencium aroma khas dari dirinya. Tapi…rasa takut dan gugup menjadi satu saat dia tidak membiarkan aku lepas darinya.
” Saat itu tidak hanya sekedar kamu menolongku makanya aku mau kamu jadi pacarku. ” Dia melepas cengkraman, padahal saat itu aku bisa kabur tapi aku malah bengong, kebingungan dengan ucapannya berusan.
” Hah? ” Hanya itu yang bisa kukatakan untuk mewakilkan kebingunganku.
” Kamu akan tau nanti, Angel ” Ucapnya sambil mengedipkan mata lalu pergi.
Apa maksudnya? Kenapa dia bicara bertele-tele. Aku tidak mau pacarku sampai tau hal ini, kalo dia tau ada seorang pria yang sedang mengejar-ngejarku, pasti dia akan marah dan……….

***
Aku benci mengakuinya tapi melihat sikap Rezki yang begitu gelisah ketika bertemu denganku…aku rasa ada hal yang sedang tidak beres terjadi pada pacarku yang satu ini. Ops! Maksudnya satu-satunya. Aku harap kabar Mirza yang sedang mengejar-ngejarku siang dan malam tidak sampai ketelinganya.
” Maaf Nik, kita sebaiknya putus. ”
” Hah! Ap…apah! ” Aku seolah tidak percaya kata putus keluar dari mulutnya Rezky.
” Laki-laki bernama Mirza mendatangiku, dia bilang aku harus putus denganmu karna kamu adalah pacarnya, kalo tidak dia akan membuatku tidak bisa ikut pertandingan basket lagi seumur hidup. ”
” Apah! Mirza? Rez, aku gak ada hubungan apa-apa sama dia. ”
” Ada ataupun tidak Nik, kita harus putus, aku gak mau impianku hilang begitu saja. ”
” Baiklah, kita putus, puas ! ”
Aku menagis sampai tidak tau berapa banyak air mata yang sudah aku keluarkan, teganya Mirza berbuat seperti ini, bahkan dia tidak mengerti betapa pentingnya cinta ini untukku, kenapa aku harus mengenal orang seperti dia? Orang yang kuselamatkn nyawanya tapi dengan sekejap menghancurkan kehidupanku.
” MIRZA BODOHHHHHH……..!!!!!!!!!!” Teriakku saat berada ditaman, dan masih dengan keadaan menangis.
” Aku disini, apa yang ingin kau sampaikan. ” Kemunculan Mirza membuatku kaget. Kebetulan saat ini aku ingin melampiaskan semua kemarahanku. Langsung saja ku serang dengan tamparan yang pedas kewajahnya
” Aku rasa, kecelakan itu memang benar-benar membuatmu menjadi orang yang tidak waras, senang telah melihatku menderita. ” Lagi-lagi dia hanya tersenyum sambil mengelus mukanya yang habis kutampar. Bukannya bicara untuk menjelaskan atau apa dia malah tiba-tiba menyeka air mataku dengan jarinya.
” Ayo, aku antar pulang, Angel.” Mirza meraih tanganku tapi kubanting keudara genggamannya.
” Angel? Kau selalu memanggilku seperti itu, dengar! Aku sangat benci mendengarmu berkata seperti itu, dan tolong jauhilah aku. ”
” Aku hanya ingin melindungimu. ”
” Melindungiku? Dari apa? Rezky, orang yang sangat mencintaiku. Kalau mau melindungiku, lindungi aku dari dirimu, dengan cara tidak usah muncul didepanku lagi. ”
” Ayo, sudah malam. ”
” Kau tidak mendengarkanku? Mirza lepaskan tanganmu…dengar? AKU SANGAT MEMBENCIMU….!!!! ”
Yah, begitulah Mirza yang aku rasa aku sudah hampir mengenal karakternya seperti apa. Genggamannya begitu kuat, sampai-sampai aku tak kuasa melepasnya. Tapi anehnya genggamannya begitu hangat, sama sekali tidak menyakitiku. Sempat aku merasa nyaman…tapi…..apa yang kupikirkan? Dia sudah merusak cinta pertamaku, mana boleh dia hidup dengan tenang.
” Lepaskan aku! Kau menyakiti ku ! ” Teriakku lagi, untung tidak ada orang kalo tidak apa yang akan dipikirkan orang-orang. Genggaman Mirza pun terlepas tapi mata tajamnya terus mengarah padaku, hampir saja aku tidak berkutik lagi. ” Kau tau, cinta itu ikhlas, melindungi, dan percaya, dari 3 hal itu gak ada satupun yang ada diantara kita dari kamu ke aku dan aku ke kamu. Hidupku sudah cukup susah, jadi jangan di tambah susah. ” Sehabis menggertak aku langsung buru-buru kabur tapi dia tidak mengejarku, benar-benar tidak mengejarku lagi, aku bingung, tapi…sudahlah, bukankan itu jauh lebih baik. Tapi…kenapa dia tidak lagi mengejarku?
” Hari ini aku harus bicara lagi dengan Rezky, dia benar-benar harus mengerti dan tau kalo omongan Setan macam Mirza tidak usah didengar. ” Bicaraku sendiri ketika sedang berjalan menuju lapangan basket, karna kalo Rezky sedang libur begini dia pasti lebih memilih main basket bersama teman-temannya sampai matahari bener-bener nongol. Itu Rezky! Dengan keringat dan rambut yang basah adalah pesonanya bagiku sewaktu dulu aku menyukainya secara. Tidak ada yang berubah dari cara pandangku terhadapnya sampai tiba-tiba seorang wanita cantik muncul menghampiri Rezky, aku yang tadinya cuma tertegun mengamati langsung kaget dan bertanya-tanya, tu nenek sihir datang dari dunia mana? Sampai aku sadari cewek secantik itu mana pantas dibilang nenek sihir, dan sangat sakit harus mengakui kalau dia lebih cantik dariku. Mereka cipika-cipiki dan aku mendengar semua anak-anak basket berseru

” Cie…cie….Switt…swit…ehm..ehm…” Sorakan seperti itu manamungkin ditunjukan pada orang yang hanya memiliki hubungan biasa saja. Darahku langsung naik keubun-ubun, benar-benar ingin  meledak rasanya. Dan sepertinya memang harus kuledakkan pada sasaran yang tepat.
” Akhirnya aku tau alasan kenapa hubungan kita tak bisa dipertahankan. ” Semprotku.
” Nicka. ” Rezky kaget dan menghentikan kemesraannya.
” Iya Nicka, kamu pikir siapa? Tenang aja, aku lagi gak ada mod marah-marah sama pecundang macam kamu. Tapi kamu harus tau satu hal? Gara-gara kamu mungkin aku sudah melakukan kesalahan sama seseorang, seseorang yang seribu kali jauh lebih menghargai perasaan aku dibanding kamu. ”
Tanpa ada balasan kata-kata dari Rezky maupun cewe barunya, aku langsung memilih pergi, aggota basket lainnya pun hanya diam, langkah ku semakin cepat…cepat…dan mulai berlari untuk mencari tempat persembunyian agar bisa menangis sepuasnya.
” AKU BENCI…AKU BENCI…AKU BENCIIIII……! Aku benci kenapa Rezky seorang pecundang, aku benci kenapa setan itu benar? Aku benci harus mengakui hal yang tidak ingin aku akui. ”
” Apa yang ingin kau akui? ” Suara ini lagi, aroma ini lagi, setan itu muncul lagi. Aku langsung berdiri dan berbalik.
” Haruskah kamu selalu mengikutiku kemanapun aku pergi? Kamu gak punya pekerjaan lain selain jadi ekorku? ”
” Aku cuma mau katakan, aku tidak pernah ingin mengacaukan kehidupan kamu, aku hanya berusaha menjagamu, seperti kamu menjagaku. ”
” Lebay, kayak moto iklan sabun mandi tau gak? ”
” Ayo pulang.” Lagi-lagi dia menggengam jemariku, perasaanku membaik dengan sendirinya.
Kali ini aku tidak melawan karna aku sudah tidak punya kekuatan lagi untuk melawan. Membiarkan dia terus membawaku entah kemana. Sekarang aku tidak dapat lagi bedakan laki-laki yang ada disampingku sekarang ini angel or devil tapi yang jelas dia ada, nyata, dan sangat rumit untuk kupahami.
” Angel, ingat seorang anak berumur 7 tahun yang selalu mengikutimu karna dia tersesat? ”
” Hah ! ” Lagi-lagi aku hanya bilang hah, karna sedang mencerna omongan.
” Kau mengantarnya sampai kerumah dan berkata, ’ Aku adalah Angelmu, kalau kau tersesat atau dalam bahaya aku akan menemukanmu dan menolongmu ’ diasat kamu menolongku malam itu aku sudah menebak Angel itu pastilah kau dan aku semakin yakin karna kamu masih memakai gelang mainan yang sama seperti dulu. ” Aku terkagum begitu tau dia begitu ingat tentang masa lalu yang bahkan aku sendri tak pernah mengingatnya.
” Kau ingat semenatara aku sudah melupakannya hingga baru kau katakan sekarang? Apa kau mencintaiku sejak kecil ? ”
” Ge-er banget seh, waktu aku kecil gak kecentilan kayak kamu. ”
” Apah ! ”
” Tapi…saat malam kamu nyelametin aku, kamu bukan hanya sekedar angel bagiku, tapi aku ingin agar aku bisa selalu menjagamu, tak akan biarkan angel ku menangis dengan alasan apun apalagi sampai bersedih. ”
” Karna itu kamu gak kasih tau aku kalau sebenarnya Rezky punya selingkuhan? ”
” Yah. ”
Begitulah cara Mirza mengungkapkan rasa cintanya padaku dan aku rasa…untuk mencintai orang seperti dia tidak memerlukan waktu yang lama.

DILEMA ANTARA DUA HATI

November 21, 2010 by

W aktu itu….disaat senja mulai menebarkan jingganya, sejenak hatiku seolah membatu…sebelumnya aku tidak pernah merasakan hal seperti ini, meski melihat secantik apapun wanita yang ada didepan mataku tapi kali ini berbeda mungkin karena khilaf atau hatiku yang sudah terlanjur tercandu oleh keberadaannya, aku menjadi lupa segalanya….sejenak saat itu.
Ketika kulihat seorang gadis, didepan sebuah gereja yang ada dipusat kota. “SEBUAH GEREJA” Tempat yang diharamkan bagiku untuk berada disana. “ ASTAGFIRULLAH “ kusadari kesalahanku saat itu. Tapi tetap saja…meski cuma terlintas sebentar karena aku sedang ada dibus tapi sorot matanya…hidungnya…semua seakan tidak rela lepas dari ingatanku meski aku mencoba alihkan pikiranku….dan aku mulai mempertanyakan” Apakah aku cuma sekedar mengagumi kelebihannya atau memang dihatiku sedang mulai tertanam sesuatu…sesuatu yang aku belum tau pasti itu apa.
Hari berikutnya…begitu aku mau kemesjid lagi seperti waktu itu, disaat yang sama,di tempat yang sama, kulihat lagi orang yang sama dan melakukan perbuatan yang sama pula yaitu mengamati sebuah gereja dengan wajah yang pilu, sangat teramat pilu. Dan akupun masih dengan sikap yang sama pula ingin melihat dia tapi mencoba mengalihkan pemikiran, ingin memberhentikan bus lalu menghampirinya tapi hati ini dan mulut ini tak sanggup untuk bilang berhenti ditempat itu.
Begitulah terjadi selama beberapa hari dan kemudian beberapa minggu tapi hari ini….
Mataku mulai menyapu jalanan dengan mengamati seluruh pelosok gereja tersebut….aku mencari sesuatu…sesuatu yang aku rasa lain dari biasanya, gadis itu tidak ada.
” Kemana dia? ” Tanya ku pada diri sendiri yang baru menyadari setiap hari aku selalu mengamatinya, melihat tingkahnya, dan selalu naik bus ke mesjid pada jam yang sama, dan hatikupun masih mempertanyakan sesuatu APA YANG SEBENARNYA TERJADI PADANYA , huh…aku mulai tenggelam dengan kebingunganku sendiri……
Namun 3 bulan setelahnya aku memutuskan untuk tidak mengambil pusing lagi tentang gadis senja yang selama ini ada dalam peredaran otakku karna samapi detik ini dari 3 bulan yang lalu aku benar-benar kehilangan jejaknya. Akan tetapi masih ada satu hal yang aku sedang pikirkan, orang tuaku mulai mendesakku untuk mengakhiri status kesendirianku, akupun tau maksud mereka, Ya! Aku tau kalo aku bakal di carikan jodoh…karena memang di umurku yang ke-26 ini memang seharusnya punya pendamping hidup, apa lagi aku anak laki-laki satu-satunya dari 3 bersaudara lagi pula aku anak sulung, mempunyai pekerjaan tetap, jadi pantaslah orang tuaku meresahkan kesendirianku.
Dihari Rabu pagi…keluarga kami mulai ta’aruf dengan kelurga calon besan, MALIKA nama gadis itu, dia gadis cantik meski tak terlihat jelas karena jilbab lebar yang dikenakannya tapi aku dapat liat dia gadis yang sangat cantik, akhlaknya pun santun itu dapat dilihat dari sikapnya ketika menyambut kedatangan kami dengan penuh keramahan dan kelembutan. Aku pikir apalagi yang aku tunggu, Allah sudah begitu baik dengan memberikan aku calon pasangan hidup yang begitu baik, tapi tidak bisa dipungkiri di dalam hati ini ada sesuatu yang mengganjal, ada juga sesuatu yang aku harapkan, sesuatu yang aku harapkan bisa menemukannya.
” Jadi bagaimana Nak Adam?” Tanya pak Burhan padaku. Pak Burhan adalah ayah dari Malika yang tidak lain juga adalah ustadzku saat aku belajar di pesantren milik beliau.
” Insya Allah jika orang tua saya setuju dan saya memang berjodoh dengan Dinda Malika saya hanya bisa berkata BISMILLAH. ” Ujarku mencoba yakin.
” Alhamdulillah…..!” Syukur mereka semua dan aku melihat ada senyum di wajah Malika, tidak kusangaka dia juga mengharapkan atas perjodohan ini, tapi entah kenapa…aku…merasakan lagi ada sesuatu yang berbeda.
Keesokannya aku mendengar kabar kalo salah satu temanku bernama Levi dirawat dirumah sakit karena mengalami kecelakaan. Dia adalah teman baikku saat berada dipesantren jadi tanpa berpikir aku langsung kerumah sakit untuk menjenguknya tapi…entah apa rencana Allah terhadapku, Dia mempertemukan aku lagi dengan gadis senja itu begitu aku selesai menjenguk Levi…dirumah sakit, aku melihatnya tanpa sengaja ketika dia memakai kursi roda yang didorong oleh seorang suster.
” Apa yang terjadi padanya? ” Lagi-lagi aku hanya bisa bertanya pada diriku sendiri. Aku melamun sepanjang lorong rumah sakit sampai-sampai aku tidak sadar aku akan berpijak pada tangga dan hasilnya……aku terbangun di suatu ruangan dengan sekujur tubuh yang sakit. Ya, kini giliran aku yang di jenguk orang-orang.
” Kamu kenapa seh, nak? ” Tanya ibuku yang khawatir.
” Jangan sedih ma, aku gak papa kok, tadi Adam cuma kurang perhatian jadi jatoh deh. ”
Malika ada menjengukku, aku dapat lagi membaca ekspresinya kali ini dia mengeluarkan ekspresi cemas meski tanpa bertanya apa-apa, atau berkata apa-apa.
” Kamu jangan khawatir ya, Malika? ” Ucapku yang mengerti perasaannya.
2 hari aku dirawat…aku masih belum mampu berjalan tapi aku sudah bosan dikamar jadi aku meminta suster membawaku ketaman, aku duduk-duduk di bawah pohon menikmati hembusan angin sembari berpikir tentang gadis senja itu meski aku sadar ini tidak boleh, tapi aku punya kuasa apa, dia seperti medan magnet yang selalu menarik logam untuk menempel padanya, yah! aku lah logam itu. Dan siapa sangaka dia ada, datang, dan duduk disebelahku.
” Hai…” Sapanya lebih dulu. Aku hanya menjawab dengan senyuman. ” Kamu baru dirumah sakit ini?” Tanya nya lagi.
” Baru 2 hari. ” Jawabku singkat.
” Oh…pantesan aku baru kali ini liat kamu. ”
Kami pun larut dalam obrolan ringan…dan jujur itu membuatku sangat senang dan sepertinya dia juga. Tiba-tiba seorang suster datang.
” Kristi, kamu harus kembali kekamar.” Suruh suster itu.
” Iya, sebentar lagi. Em…..senang bisa kenal dan ngobrol sama kamu. ” Ucapnya ramah sebelum beranjak berdiri.
” Kristi. ” Panggil ku buru-buru, dan dia menoleh. ” Aku Adam, senang bisa kenal kamu juga. ” Balasku atas perkenalannya.
Selama 2 hari aku driwat tanpa disangka Kristi, si gadis senja yang selama ini aku cuma bisa lihat sekilas saat didalam bus kini ada didekatku dan sedikit banyak kami saling mengenal.
Hari itu disaat kami sedang duduk-duduk di taman rumah sakit, dia yang terlihat pucat ditambah seragam pasien yang sedang dikenakannya membuat rasa penasaranku muncul kembali sebenarnya dia sakit apa? apa kah sakit yang parah atau sakit yang biasa karena dia terlihat sangat ceria dan tidak pernah mengeluhkan sakit yang dideritanya, aku pun mulai meyakinkan diri sendiri mungkin dia hanya sakit biasa-biasa saja seperti pada umunya.
” Adam, kamu takut gak kalo kamu tau kamu sebentar lagi bakal meninggal? ” Tanyanya tiba-tiba saat ditengah kami mengobrol.
Deg, aku kembali berpikir tentang gadis ini, gadis yang bernama Kristi, gadis yang kulihat didepan gereja dengan ekspresi yang selalu menyedihkan tapi begitu aku mengenalnya disini dia tetap terlihat ceria benar-benar berbeda dari gadis yang ku liat disenja beberapa waktu lalu. Dan tak bisa ku ingkari ada kagum yang terbesit dari hatiku unutuknya bahkan aku sempat berandai-andai, andai saja aku masuk rumah sakit ini sebelum bertunangan dengan Malika, andai saja dia bukan seorang…..yang berbeda….Yah! Berbeda keyakinan denganku. Dan baru ku menyadari gadis senja ini selalu membuatku bertanya-tanya ” Adam, kok diam? ” Lanjut pertanyaannya.
” Oh, maaf, aku hanya heran kenapa kamu tiba-tiba saja bertanya seperti itu? ” Aku melempar kembali pertanyaan.
” Karena aku takut, aku sangat takut kalo nanti Tuhan akan mencabut nyawaku? ” Ucapnya dengan nada yang lemah dan dengan mata yang mulai basah.
” Bukankah setiap orang nanti juga bakal meninggal mungkin hanya cara dan waktunya saja yang berbeda dan tidak kita ketahui. ”
” Justru karena aku tau jadinya aku takut. ”
” Maksudnya? ”
Kristi diam sebentar. ” Aku….positif HIV AIDS, penyakit yang benar-benar memalukan dan sebentar lagi akan merenggut nyawaku, mungkin ini semua karena karma, karena aku menganggap kesenangan dunia adalah segalanya. ” Paparnya sambil menundukkan wajahnya yang putih itu.
Aku sangat kaget, benar-benar kaget, tidak kusangka dia….mengalami hal seberat itu apalagi katanya keluarganya benar-benar juga sudah tidak memperdulikannya, aku pun miris mendengar semua ceritanya.
Sehabis magrib…aku mencoba menenangkan diriku dengan mengumandangkan ayat-demi ayat suci, dan itu selalu berhasil membuat jiwa dan hatiku tenang. Tak disangka begitu aku selesai kristi sudah ada didepan pintu.
” Boleh aku masuk? ” Izin Kristi lebih dulu, lalu aku mengangguk dan mempersilahkan Kristi untuk duduk.” Tadi…kamu sedang membaca kitab suci kamu, ya? ”
” Iya. ”
” Suaramu sangat bagus….meski aku tidak mengerti apa yang kamu baca tadi tapi entah kenapa aku senang dan…terharu mendengarnya. ”
” Kenapa kamu kesini? ” Tanya ku kemudian. Gadis yang tidak lagi menjadi misteri bagiku itupun tersenyum.
” Aku mulai merasa bosan sendirian. ” Cetusnya lagi penuh tanda tanya bagiku.
” Lalu apa rencana mu saat ini? ”
” Apa aku masih punya hak buat mengatur rencana? ” Matanya lalu menatap kosong kedepan, di dumulutnya tiada lagi terukir senyum khas yang jika itu iya lakukan maka akan terlihat lubang manis dipipinya. ASTAGFIRULLAH…tertanyata selama ini aku terlalu memperhatikannya dan aku tau ini salah.
” Kenapa gak? Memang kamu tidak mau melakukan apa-apa selagi kamu bisa. Tentunya lakukanlah yang bikin kamu bahagia dan bermanfaat. ” Saranku padanya.
” Kamu benar, aku tidak boleh mati begitu saja….setidaknya aku harus bisa melakukan yang bermanfaat bagi orang lain. Makasih ya? ” Ucapnya kemudian dengan mengembalikan senyum khasnya.
” Makasih buat apa? ”
” Buat semangatnya. ”

Ya Allah…jika perasaan ini dosa yang telah menghianati calon istriku dengan memikirkan wanita lain maka maafkanlah dosa hambamu ini karena sesungguhnya hamba benar-benar tak kuasa mengendalikan perasaan hamba untuk saat ini. Berikan lah hamba jalan keluar agar tidak ada yang merasa tersakiti karena sesungguhnya hamba percaya pasti ada suatu sebab dan maksud kenapa hamba harus dipertemukan kepada Kristi. Aku mengadu didalam hati.

Aku tidak tau sebesar apa pengaruh dari kata-kataku saat itu sehingga Kristi bisa merubah pemikirannya, dia tidak lagi terlihat tertawa yang dipaksakan untuk menutupi kesedihannya tapi kini dia benar-benar terlihat bahagia tanpa ada kepura-puraan dan aku sangat senang melihatnya.
Hari ke-4 aku dirawat ternyata tanpa diduga Malika datang lagi menjengukku, dia gadis yang sangat baik, lembut dan perhatian, pasti siapapun yang akan menikahinya adalah laki-laki yang beruntung. Yah, sangat beruntung. dan barang siapa yang menyia-nyiakan cintanya pastilah laki-laki yang sangat bodoh, entah aku termasuk laki-laki yang beruntung atau bodoh tapi yang jelas saat ini aku benar-benar tidak bisa mengerti perasaanku sendiri, tidak bisa menatanya dengan benar.
” Assalamualaikum. ” Salamnya sambil mengetok pintu sebelum masuk.
” Wa’alakum salam. ” Salam ku balik untuk menyambutnya.
” Bagaimana keadaan Mas Adam? ” Tuturnya lembut seperti biasa tapi aku malah merasa ada yang sedang menindih pundakku berton-ton, yang tidak lain adalah rasa bersalahku sendiri.
” Alhamdulillah, kamu sendirian kesini? ”
” Tidak, tadi sama Ayah tapi Ayah tiba-tiba bertemu temannya di depan mungkin mereka mengobrol dulu baru Ayah menyusul kesini. ” Jelasnya. Aku jadi terdiam tidak tau harus bicara apa lagi. ” Maaf kalo aku menanyakan ini dan mungkin agak kurang sopan. ” Lanjutnya, dan aku merasa apa yang akan dia bicarakan ini pastilah sangat serius baginya karena samapi dia harus memulai pembicaraan dengan kalimat seperti itu. ” Apa mas Adam yakin mau menikah dengan saya? Mas Adam mencintai saya? ”
Deg! Aku menelan ludah sebelum menemukan jawabannya.
” Kalau kita ditakdirkan untuk berjodoh, insyaAllah saya yakin, dan masalah perasaan itu biarlah ketika kita sudah menikah kita akan sama-sama menemukannya jawabannya. Karena aku juga punya pertanyaan yang sama untuk mu, jika aku juga mempertanyakan hal yang serupa dengan kamu sekarang, kamu juga tidak akan bisa menjawabnya, bukan? ” Jawabku dengan berusaha diplomatis.
Akhirnya mau tidak mau aku harus keluar dari rumah sakit, karena dokter bilang aku sudah boleh pulang tapi sejak kemaren aku tidak lagi melihat Kristi entah dia sedang apa sekarang, ada dimana? dan apakah dia baik-baik saja? Aku tidak tau dan tidak mau tau. Yah! Tidak mau tau! Ingin sekali aku bersikap seperti itu, bersikap tidak mau tau tapi perasaan ini benar-benar tidak bisa kukontrol untuk tidak peduli dan pada akhirnya aku meminta izin dan bilang mau menemui teman dulu sebelum pulang.
Saat aku melihat Kristi terbaring diruang rawat intensif, keadaannya benar-benar memilukan, pucat, lemah, terbaring dengan infus di tubuhnya. Baru kusadari banyak hal yang dia ajarkan padaku termasuk tetap berjuang meski dalam kondisi apapun. Dia tidak pernah berhenti berjuang dalam hidupnya, dia menderita tapi tidak mau membuat orang ikut mendirita bersamanya bahkan dia selalu menghormati keyakinanku, begitu senang ketika mendengarkan aku mengaji, dia mengormati apapun perbedaan kami, perbedaan yang tak mungkin menjadi satu, sangat tidak mungkin.
” Kristi, apa aku mengganggu? ”
” Tidak. ” Jawabnya lemah.” Kamu mau pulang ya? ” Tanyanya dengan nada yang masih rendah seperti berbisik. Melihatnya seperti itu aku hampir mau menghamburkan kesedihanku dengan tangisan tapi aku tak mau membuatnya juga ikut menangis bersama ku karena dengan keadaan yang sudah begini sekarat saja dia masih terlihat kuat.
” Iya dan aku mau pamitan. Tapi nanti aku akan kesini lagi untuk menjenguk kamu ”
” Tidak usah, kamu jangan pernah lagi menjengukku. ” Pintanya dan membuatku cukup terkaget-kaget.
” Kenapa? ”
” Sekarang aku sudah bisa terima kalo sebentar lagi aku akan meninggal, dengan kita tidak bertemu lagi aku rasa itu baik bagimu dan bagiku. Karena aku gak mau nantinya aku akan kembali takut untuk menghadapi kematian karena aku tidak rela untuk meninggalkanmu pergi, lagi pula…diluar sana ada seorang gadis yang jauh lebih pantas diperhatikan dari pada aku. ”
Apa yang dimaksudnya Malika, jadi dia tau? Lalu dari mana dia bisa tau ? Entahlah…aku tidak mungkin menanyakannya lebih lanjut.
” Tapi….”
” pliz….percayalah ini yang terbaik. Dan ini…kamu cukup baca surat ini, disana tertulis semua hal yang tidak bisa aku ungkapkan secara langsung pada mu. Sekarang berjanjilah kamu tidak akan menjengukku lagi? ” Pintanya sekali lagi.
” Iya, aku berjanji. ” Ucapku dengan berat hati dan menyimpan surat yang dikasih Kristi kedalam sakuku.
Langkahku semakin menuju keluar dari kamar itu semakin berat, dan janjiku tadi menjadi wakil ucapan selamat tinggal dariku padanya untuk yang terakhir kalinya. Dan aku merasa….dia juga sama halnya sepertiku menahan tangis didalam hati. Setengah bulan setelah itu aku baru memberanikan diri untuk membaca surat dari Kristi tersebut. Entah kenapa baru sekarang hatiku bisa berani membacanya, mungkin karena aku sudah bisa menerima Malika sebagai calon istriku, menerima dengan ikhlas secara seutuhnya.

Adam….

Meski cuma sebentar aku mengenalmu, tapi begitu banyak kebahagiaan,dan perubahan yang kamu kasih dalam hidupku yang singkat ini. Sebelumnya kehidupan aku begitu buram, sampai sekaratpun tidak ada yang mau peduli padaku, bahkan aku sempat berpikir kalau aku mati mungkin seluruh dunia akan tertawa bahagia karena telah berkurang satu orang yang rusak sepertiku. Tapi sekarang aku bersyukur, paling tidak ada satu orang yang akan mengenang kehadiranku, bahwa aku pernah ada dimuka bumi ini dan masih pantas untuk di kenang, dikenang dengan baik, bukan dengan buruk.
Banyak kejujuran yang belum sempat dan mungkin tak sanggup ku utara kan secara langsung kepadamu, jadi hanya lewat surat yang singkat dariku inilah aku akan katakakan semua kejujuran dalam hatiku, bahwa aku sangat kagum dengan keyakinanmu akan Tuhan kamu, dan aku memutuskan untuk menganut agama yang kamu yakini yaitu islam sebelum nantinya aku meninggal, aku melakukan itu bukan karena kamu tapi itu menjadi pilihan terakhir hati aku.
Satu kejujuran lagi, hati ku juga telah memilih untuk menjadikanmu tempat hatiku bersandar untuk yang pertama dan terakhir kalinya, aku tulus, iklas, bangga, dan bahagia bisa mencintai laki-laki seperti kamu. Sampai akhir hayatku nanti…..selamat tinggal Adam, semoga kamu dan gadis itu bisa hidup bahagia selalu.
Kristy
Usai membaca surat itu aku tidak bisa lagi menahan air mata seperti biasanya, ku biarkan kelopak mataku terus dibanjiri rasa kesedihan dan sakit yang tak bisa ku tahan lagi. Sampai tak kusadari Malika sudah berdiri mematung didepanku yang mungkin sedari tadi dia sudah ada disana dengan kebingungan atas sikapku yang tidak dimengerti olehnya.
” Malika. ” Terperangahku dan buru-buru kuseka air mataku sendiri.
Malika duduk kurang dari 2 meter dari tempatku duduk.
” Mas Adam, jangan menahan kesedihan, menangis saja jika itu membuat hati Mas Adam jauh lebih baik. ” Saran dari Malika, kemudian air mata itu mengalir lagi meski sudah kutahan sekuat tenaga.
Lama kami terdiam, ada mungkin 1 jam-an, lalu setelah hatiku mulai tenang aku memulai pembicaraan.
” Sebentar lagi kita akan menikah, jadi aku rasa kamu berhak tau masalah ini. ”
” Jika memberi tauku tentang masalah mas Adam, membuat mas Adam merasa berat hati, lebih baik Mas Adam simpan saja. ”
” Tidak, pernikahan itu harus diawali dan didaasari kejujuran satu sama lain, aku senang jika kamu bersedia mendengarkannya. ”
” Baiklah. ”
Akupun menceritakan semua tentang Kristi, semua yang terjadi tanpa terlewat satu kejadianpun, termasuk surat itu. Malikapun ternyata ikut menangis, aku menjadi takut, takut dia sakit hati.
” Aku minta maaf Malika, karena telah menghianatimu. ” Mohonku dengan sungguh-sungguh.
Buru-buru Malika menggeleng. ” kamu tidak salah Mas Adam, kita cuma manusia biasa yang tidak punya kuasa untuk mengatur apa yang terjadi dalam kehidupan kita, aku sangat bangga sama kamu. ”
” Makasih, dan aku janji pada diriku sendiri setelah kita menikah nanti…hanya ada kamu dalam hati dan kehidupan aku. ” Ikrarku padanya
” Kristi itu pasti wanita yang sangat hebat dan baik, dan aku rasa dia sudah menemukan jalannya, seperti aku yang sudah menemukan jalanku. ” Tutur Malika dengan bijaksana.
Saat ini begitu banyak hikmah yang bisa aku ambil, tadinya aku tidak mengerti kenapa Allah memberi jalan seperti ini tapi sekarang aku sudah bisa mengerti semuanya, ini hanyalah salah satu jalan yang harus aku tempuh untuk melanjutkan takdir kehidupan aku. Dan kuncinya cuma satu, ikhlaskan semuanya, kita sebagai manusia hanya bisa bisa berusaha dan berdoa selebihnya biarlah ikhlas yang menuntun kita untuk menemukan jalannya sendiri

karya;

Febry Cyril

Sinopsis Sungkyunkwan Scandal Episode 18

November 21, 2010 by

Sinopsis Sungkyunkwan Scandal Episode 18

Yoon Hee dan Sun Joon menikmati momen istimewa di dalam lift, sayangnya hanya sesaat. Keduanya dikejutkan dengan suara Gu Yong Ha.

Yong Ha : Apa?
Jae Shin : Pelankan suaramu!

Yong Ha : Jadi maksudmu..dalang semua insiden ini adalah Menteri Kiri Lee? Ayah Lee Sun Joon? Apa yang terjadi pada Prof Kim Seung Heun dan Ketua Siswa SKK Moon Young Shin..maksudku, semua insiden penghancuran Geum Deung Ji Sa…Menteri Kiri adalah dalangnya? Aku tanya padamu!!
Jae shin : Sudah kubilang pelankan suaramu!

Yoon Hee dan Sun Joon masuk ke ruangan itu, keduanya terperanjat. Yong Ha dan Jae shin masih tidak menyadari mereka.


Yoon Hee mendekat dan minta penjelasan, Apa yang kau katakan Sahyung, siapa katamu dalang dibalik semua insiden ini? aku harus mendengarnya. Yoon Hee jelas syok. Jae Shin jalan keluar.

Yong Ha tidak enak dan minta maaf, tapi ini semua belum confirm.

Sun Joon langsung meraih surat bukti pemilikan tanah itu Apa aku bisa mengambil dokumen ini Sahyung? Apa benar jika kita bisa memastikan siapa pemilik dokumen ini, maka kita akan tahu siapa dalangnya?

Yong Ha balik bertanya apa kau sanggup? Sun Joon menjawab, jika ayahku memang dalangnya, maka bukankah aku yang seharusnya melakukannya? (memeriksa kebenarannya)

Sun Joon jalan keluar dan memegang bahu Yoon Hee.

Jae shin minum bersama Yong Ha. Atau tepatnya Yong Ha merampas arak Jae Shin dan meminumnya 🙂 Keduanya tampak tertekan. Yong Ha tanya apa alasan mengapa kau tidak meneruskan penyelidikan adalah karena daemul? Karena kau takut Kim Yoon shik akan terluka karena Lee Sun Joon? Kau ini benar-benar…

Jae Shin mengambil araknya kembali dan Yong ha tanya sejak kapan mereka berdua..tidak, sejak kapan kau tahu? Sun Joon pergi ia menemui ayahnya dan ingin tahu mengenai surat tanah itu.
Jae shin diam saja sepanjang waktu itu. Yong Ha merasa kasihan pada Jae shin.

Sun Joon menghadap ayahnya dan menunjukkan surat itu. Menteri Lee heran, apa ini? sun Joon berkata justru saya ingin tahu.

Sun Joon : Pemilik tanah Baek Dong Soo adalah manajer rumah tangga kita, tapi pemilik tanah yang sebenarnya adalah kau ayah. Tolong, katakan mengapa tanah ini jatuh ke tangan petugas patroli 10 tahun lalu.

Menteri Lee : Hentikan apapun yang kau lakukan skr
Sun Joon : apa saya tidak diijinkan karena ayah tidak bisa terus terang

Menteri Lee : Kau mencari Geum Deung Ji Sa kan? peristiwa malang tentang PM Sado th 1762 tahun Imo, aku tidak pernah merasa bersalah. Penghargaan terhadap mendiang Raja (Yeongjo) tidak akan berubah. Untuk meraih apa yang benar kadang ayah dan anak bisa menjadi musuh dan juga ada pemenang dan pasti ada yang kalah.
PM Sado hanya pihak yang kalah, tidak lebih, tidak kurang.

Sun Joon : Jika ini adalah keputusan yang benar, mengapa ayah takut dengan Geum Deung Ji Sa?

Menteri Lee : Aku tidak takut dengan Geum Deun Ji Sa, aku lebih takut dengan hukum moral keluarga, hati mendiang Raja (Yeongjo) terbelenggu dengan kerinduannya terhadap putranya yang ia bunuh sendiri dan Raja sekarang (Jeongjo) terganggu karena kehilangan ayahnya di usia yang belia, Jika kekuasaan dipegang oleh orang dengan hati lemah, maka akan ada pertumpahan darah lagi di negara ini. Kesetiaanku tetap selamanya dan sejarah yang akan membuktikannya, jadi jangan mencari lagi. Kau tidak boleh terlibat dalam pencarian Geum Deung Ji Sa, karena idealismemu, keluarga Lee Jin Sung bisa tersapu habis.

Sun Joon : Demi mempertahankan keluarga Lee Jin Sung, maka ayah mengorbankan Prof Kim Seung Heun dan Ketua siswa Moon Young Shin dan memusnahkan Geum Deung Ji Sa?
Menteri Lee : Tidak!
Sun Joon : Saya tidak bisa menerima kata-kata ayah seperti yang dulu saya lakukan karena dokumen di depan ini mengatakan kebenaran yang tidak terbantahkan.

Sun Joon berdiri, memberi hormat dan memunggungi ayahnya. Menteri Lee marah, berhenti! Beraninya kau memunggungi ayahmu! (Sesuai tradisi, kalau seorang anak akan keluar ruangan, dia harus jalan mundur, tidak boleh memunggungi ayahnya. )

Sun Joon menoleh dan berkata bukankah ayah berkata kalau ayah dan anak bisa menjadi musuh? sekarang saya menjadi musuh ayah. Sun Joon menghormat dan pergi. Menteri Lee syok.

Yoon Hee menenggelamkan diri di perpustakaan dan mencari buku2. Tapi berhenti kalau ingat lagi kata-kata Yong Ha mengenai Menteri Lee. Yoon Hee menyentuh cincin-nya dan termenung. Selama ini Jae shin mengamatinya. Tiba-tiba sebuah tangan menutup bukunya. Tangan Jae shin!

Jae shin : Ini sudah malam, jika kau tidak tidur kau tidak akan tumbuh tinggi.
Yoon Hee memaksakan senyuman.

Jae Shin dan Yoon Hee jalan kembali ke kamar mereka. Yoon Hee menanyakan Geum Deung Ji Sa, dari buku2 yang kita peroleh dari toko buku, itu muncul dalam sejarah klasik, aku mengerti kalau partai Noron takut. Dan juga, untuk ayahku..

Jae shin memotongnya, pelan-pelan saja, satu persatu. Masuklah kedalam dan tidur. Aku tidur dengan Yeorim untuk menghindari kebiasaan tidurmu yang jelek itu. Lalu Jae shin menyadari cincin Yoon Hee. Jae shin beranjak pergi.

Yoon Hee memanggilnya, Sahyung, apa kau pikir semua ini benar?
Jae shin menghiburnya, jangan cemas berlebihan, kita akan tahu setelah Sun Joon kembali.

Paginya, Yoon Hee dan Yong Ha menunggu di basement Tuan Hwang. Yoon Hee tidak sabar menunggu Sun Joon. Sahyung, aku akan keluar memeriksa.

Yong Ha berkata agar Yoon Hee tenang saja, Sun Joon pasti akan datang, peristiwa 10 tahun lalu itu sudah terjadi, kau pergi keluar pun tidak bisa mengubah apapun. Lagipula ada seseorang yang sudah keluar untuk menemui Sun Joon.

Jae shin sudah menunggu Sun Joon lebih dulu. Begitu melihat Sun Joon ia berseru, hei! ayo kita bicara. Keduanya pergi ke tempat sepi.

Jae shin : Jangan lakukan. kau tidak menemukan apapun mengenai surat tanah itu. Itu tidak ada hubungnnya denganmu, katakan saja itu Aku juga berencana menghentikan penyelidikan

Sun Joon : Mengapa? bukankah kita tidak bisa memecahkan kodenya? penjahatnya adalah satu2nya petunjuk menemukan Geum Deung Ji Sa, jadi mengapa harus berhenti . Lebih lagi demi menangkap penjahatnya kau sudah..(maksudnya sampai jadi Hong Byuk seo)

Jae shin : Benar, Aku yang melawan mereka, aku juga akan tetap diam. Aku memutuskan untuk diam. Jika kau berkeras menjadi orang yang jujur dan lurus dan terhormat dan pamer seperti itu..
Sun Joon : Sahyung!
Jae shin : Orang menjadi pengecut karena ia memiliki seseorang yang harus ia lindungi, bukankah Kim Yoon Shik adalah orang seperti itu bagimu?

Sun Joon jalan pergi dan Jae shin menahannya, apa kau pikir anak itu akan bisa memaafkanmu?

Sun Joon : Sebelum meminta maaf, penjahatnya harus membayar kejahatannya, itu yang aku percayai. Dan Kim Yoon Shik bukan satu2nya orang, dimana aku perlu meminta maaf.(masih ada Jae shin yang perlu ucapan maaf dari keluarga Lee/Noron) Aku akan melakukan yang terbaik agar tidak menyakiti Kim Yoon Shik.

Sun Joon perlahan melepaskan tangan Jae shin dan Jae shin menyadari cincin Sun Joon.

Yoon Hee menjatuhkan bukunya, apa katamu? Sun Joon diam, Yong Ha keluar dan menepuk bahu Sun Joon.
Sun Joon : Tanah yang ada nama petugas Hanseong itu benar milik ayahku.
Yoon Hee terpukul, apa yang kau katakan? Sun Joon berkata aku pikir benar jika aku mengatakan-nya padamu.

Yoon Hee tidak tahan dan keluar. Sun Joon menahan tangannya. Yoon Hee : Cukup, apa kau ingin aku mendengarnya terus? Ini terlalu kejam. Yoon Hee jalan keluar dan menangis.

Yoon Hee lari keluar, Sun Joon menyusulnya. Yong Ha ingin menyusul tapi tangannya ditahan Jae shin.

Sun Joon menyusul Yoon Hee, jika mungkin, aku ingin minta maaf atas nama ayah, tapi jika kau tidak bisa memaafkanku, aku akan menerima itu. Aku ingin minta ijin melakukan apa yang aku bisa untuk mengungkap kasus ini dan menemukan Geum Deung Ji Sa.

Yoon Hee tidak mengerti bagaimana mengungkap semuanya seperti ini. Geum Deung Ji Sa? bagaimana semua bisa berubah dengan menemukannya?
Yoon Hee akan pergi, Sun Joon menahan tangannya, bagaimana dengan aku?

Yoon Hee berkata aku perlu waktu sendirian dan jalan pergi.

Yong Ha dan Jae shin keluar dan melihat Sun Joon yang terpukul. Yong Ha mendekati Sun Joon dan mengajaknya minum. Ketiganya sepakat minum-minum. Yong Ha langsung merangkul Sun Joon dan Jae shin.

Saat ketiganya akan naik ke lantai atas, Yong Ha menggoda Jae shin dan menepuk pantat Jae shin! astaga…dan Jae shin melotot ke arah Yong Ha. Yong Ha langsung mengkerut 🙂 Lumayan..sedikit melepas tegang.

Petugas Yoon Hyung Goo menemui Byung Pan di Moran gak. Menteri Ha memberikan uang dalam jumlah banyak untuk Yoon dan memintanya membayar hutang dan pergi sembunyi di lokasi terpencil.

Cho Sun menuang teh dan mendengar semuanya.

Yoon Hee pulang ke rumah dengan mengenakan baju wanita. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ibunya, bagaimana cara ayah meninggal dunia?

Ibu Yoon Hee : aku tidak ingin membicarakannya karena alasan kematian-nya, aku takut kau marah pada dunia, pada apa yang terjadi. Dunia..dan mereka yang melawannya, dunia selalu menunjukkan kekuatan pada mereka. Inilah bagaimana aku kehilangan ayahmu. Jadi, kau tidak akan menemukan apa-apa dariku.

Yoon Hee : Tapi ibu..kau berkata kalau ayah meninggal dengan cara seperti itu dan membuat aku marah pada dunia, apakah tidak lebih baik, jika kau mengatakan ini sejak awal..

Yoon Hee duduk di beranda rumahnya bersama Kim Yoon Shik dan membicarakan ayah mereka.
Yoon Hee : Orang seperti apa ayah kita itu? Yoon shik, setiap kali aku memikirkan ayah, aku merasa ada angin dingin di dalamku. Karena setiap kali dia membaca untukmu dengan kau di pangkuan-nya, tempatku selalu saja di luar. Itulah mengapa ketika aku memikirkan ayah, aku tidak bisa mengingat wajahnya. Aku hanya ingat bayangan dari balik pintu.

Yoon shik menoleh : Noona, apa kau benar2 tidak mengetahuinya? Ayah…dia selalu membaca buku sekeras yang ia bisa tepat di depan pintu.

Yoon Hee tertegun dan ia menoleh ke arah ruang belajar ayahnya.

Flashback
Prof Kim Seung Heun memangku Yoon Shik kecil dan membacakan buku untuk…Yoon Hee yang ada di luar. Sementara Yoon shik hanya main2 saja.


Yoon Shik : Ayah membacakan buku2 yang terlalu sulit untuk-ku, ayah membacanya untukmu kak. Kau benar2 tidak tahu ini?

Kim Seung Heun : Sangat menyakitkan bagiku melihat putriku yang semakin pintar. Sebagai guru bakat anak itu sangat membanggakan, tapi sebagai anak perempuan yang tidak bisa berkembang dalam masy, apa benar mengajarinya mengenai harapan se-ambisius itu? Ayah yang tidak berdaya ini yang tidak mampu memberikan pendidikan untuk putri berbakatnya hanya bisa menahan nafas mendengarnya belajar dan sekali lagi menangis dalam hati.

Yoon Hee membaca buku milik ayahnya dan menangis. Yoon shik menghela nafas. Yoon Hee memeluk buku ayahnya dengan perasaan hangat.

Paginya Yoon Hee menghadap Prof Jung dan menyerahkan buku ayahnya itu. Guru, saya punya pertanyaan, Jika ayah meninggalkan surat rahasia, apa berarti dia tahu ada yang ingin mencuri Geum Deung Ji sa, dan orang itu ingin membunuh ayah? apa ayah tahu kalau nyawanya terancam? tapi mengapa ia tetap saja menempuh resiko?

Jung Yak Yong menghela nafas, mendiang Raja (Yeongjo) ingin menyimpannya di Jongmyo, tapi ayahmu diam2 memindahkan-nya di kuil di pegunungan Wolchool. Karena ia percaya Geum Deung Ji Sa adalah permulaan Joseon baru yang diimpikan Baginda. Bagi ayahmu agar putrinya yang pintar bisa berkembang, Geum Deung Ji Sa adalah harapannya. Jadi ia bersedia mempertaruhkan nyawanya.

Jalgeum kuartet berkumpul. Yoon Hee membuka sekali lagi wasiat ayahnya dan berkata GDJS ada di Sungkyunkwan.
Yoon Hee : Kata2 ini, sung, tempat dimana orang-orang berbakat ada. Berarti membangun negara yang penuh dengan orang berbakat. Kyun tinggalkan tradisi lama. Berarti semua sama. Ini bukan surat wasiat atau pengunduran diri

Yong Ha : Sung kyun…ya ini masuk akal, tapi mengapa tiba2..
Yoon Hee : Ini dari seseorang yang dengan tulus berharap agar Sungkyunkwan menjadi tempat yang berharga sesuai namanya, Profesor Kim Seung Heun. Ini ada di catatan kuliahnya.
Yong Ha : Ah kalau begitu, kita tinggal memeriksa peta Sungkyunkwan.

Yoon Hee berusaha mengambil peta di rak tertinggi di perpustakaan, tapi gagal dan Sun Joon membantunya. Sun Joon menyadari kalau Yoon Hee tidak lagi mengenakan cincinnya. Yoon Hee menyembunyikan tangannya.

Yoon Hee : Aku pikir aku harus melakukan ini, aku selalu berpikir kalau ayahku tidak mengacuhkanku, tapi sebenarnya aku yang tidak benar2 melihat pada ayahku. Aku benar2 ingin menemukan-nya. Aku ingin tahu mengapa dia sangat ingin menemukan Geum Deung Ji Sa. Karena ini mungkin yang pertama dan terakhir kalinya aku bisa mengerti dia sepenuhnya. Karena…aku sudah membuatnya kesepian begitu lama..

Yoon Hee mulai menangis dan Sun Joon menghapus air matanya, tidak apa-apa, aku mengerti. Kau tidak perlu menjelaskan seperti itu padaku. Aku janji, apapun yang terjadi, kita akan menemukan Geum Deung Ji Sa.
Sun Joon tersenyum di depan Yoon Hee, tapi ketika berbalik, wajah Sun Joon terlihat muram.

Menteri Lee menerima Byung Pan dan Menteri Ha meyakinkan kalau Menteri Lee tidak perlu mencemaskan Yoon Hyung Goo lagi.
Menteri Lee : Katakan pada putramu (In soo)
Byung Pan : Ya..?

Menteri Lee : Mengenai Geum deung ji sa, Baginda sepertinya sudah memberikan mimpi kosong pada beberapa siswa SKK untuk mencarinya. Minta Ketua siswa mengawasinya.

Menteri Ha : Mengapa tidak meminta bantuan putra anda? Lalu Byung Pan sadar, Ah Putra anda juga..mencari Geum deung ji sa? saya bilang juga apa, kalau saja kita segera menikahkan anak2 kita, dan membawa Sun Joon keluar dari SKK, ini tidak akan terjadi.

Menteri Lee kesal, apa katamu Menteri Perang, pernikahan? Apa kau tidak tahu sumber semua masalah ini? jangan menyebutkan tentang pernikahan ini lagi. Aku tidak akan pernah menjadi keluargamu. (Menteri Lee kesal karena Byung Pan membunuh Kim Seung Heun dan Moon Young shin dan mengawali masalah ini.)

Menteri Ha marah, ia merasa terhina. Beraninya menghina putriku dan keluargaku, apa ia lupa siapa yang membuatnya bisa meraih posisi ini. Menteri Ha marah2 dan minum ditemani Cho sun.

Menteri Ha ingin Cho sun melakukan sesuatu, ia mencengkeram tangan Cho sun, tepat saat itu In soo masuk, Anda memanggil saya, ayah?

Sun joon melacak Petugas Hanseong Yoon, tapi nihil. Ketiga rekannya menunggu dan Yong Ha berkata tidak biasanya Sun joon terlambat, aku mengerti pasti berat untuknya.
Jae shin berkata tunggu sebentar lagi, dia bukan tipe orang yang suka melanggar janji.

Yong Ha berkata bukankah manusiawi melanggar janji? Tidak peduli sehebat apapun, impian Baginda, tidak mudah bagi seorang anak mengungkap kejahatan ayahnya sendiri.

In soo bertemu anak buahnya, jadi sekarang Lee Sun Joon mencari cetak biru dan peta Sungkyunkwan?
Byung Choon : Mereka sepertinya mencari sesuatu.

Yong Ha, Jae shin, dan Yoon Hee harus mulai tanpa Sun Joon, mereka memeriksa peta, Yong Ha menjelaskan, tempat dimana pengajaran berasal, mengacu pada ruang belajar/ Myungryundang lalu Jongkyun-gak/perpustakaan.
Jae shin : Bagaimana dengan Daeseongjeon ( ruang ujian negara)..
Yong Ha merasa ada masalah, ketiga tempat itu tidak mungkin digali,
Jae shin : Masih ada petunjuk lain, dimana negara dimulai..

Yoon Hee diam2 menyelinap ke ruang kuil malam hari, dan dikejutkan oleh Jae shin yang sepertinya punya pikiran sama. Mereka mencari di bawah altar, karena Myunryundang, Jongkyun-gak, dan Daesungjeon masing2 pasti punya altar dan siapa tahu di bawah altar sembahyang ada Geum Deung Ji Sa.

Ternyata biarpun Yong Ha sudah mengeluarkan uang untuk menyuap penjaga SKK agar diijinkan masuk ke daesungjeon, tetap saja tidak menemukan apa-apa.

Paginya, ketiganya bertemu lagi dan kali ini Yong Ha pusing, masalahnya, Geum Deung Ji Sa tidak ada di SKK, tempat dimana pengajaran mengarah dan negara berawal, dimana tempat itu…Apa kita harus menjungkir balik-kan setiap ruangan di SKK?
Yong Ha usul, ah bagaimana kalau kita…

Jae Shin memotongnya, tidak! ini perintah rahasia! Yong Ha berkata iya aku tahu, cuma bercanda, kau membuatku malu saja.

Yoon Hee memutuskan untuk kembali ke perpustakaan dan memeriksa melalui buku2 karena mungkin saja ayahnya meninggalkan petunjuk lagi.

Malamnya, Gu Yong Ha jalan dengan berputar-putar, mengenakan hanbok dengan pola lukisan Min in do karya Shin Yunbok 🙂 Tiba2 In soo dkk menemuinya, Kenapa kau terperanjat, Gu Yong Ha? Kau membuat kesalahan? Apa kau masih main dengan Lee Sun Joon dan Moon Jae shin?
Yong Ha : Ya, dan aku semakin menyukainya.

In Soo : Kalian memeriksa dokumen dan peta Sungkyunkwan, apa kalian main perburuan harta karun?
In soo memperingatkan Yong Ha, kau tidak cocok dengan mereka, mengingat masa lalu kita, aku ingin memberimu peringatan. Belum terlambat.

Yong Ha kesal dan berkata apa kau tahu kalau aku adalah orang yang paling fashionable di Joseon? aku kasih tahu satu rahasia, menggabungkan beberapa macam baju yang tidak cocok adalah gaya yang berani, dan busanamu sekarang…Yong Ha mengerenyit, tidak gaya.

Yong Ha berlalu dengan berputar-putar, Anak buah In soo kesal, tapi In soo berkata biarkan saja, karena ini hari terakhir untuk pelajar Gu Yong Ha, biarkan ia menikmatinya.

Sun Joon masuk ke tempat perjudian dan membawa lukisan Yoon Hyung Goo, tapi justru ia mengganggu orang yang sedang asyik judi, sehingga dipukuli habis-habisan.

Sementara Yoon Hee ada di perpustakaan, memeriksa setiap buku. Tiba-tiba ada yang meletakkan makanan di depan Yoon Hee, it’s Jae shin!

Yong Ha masuk dan panik, Gul-oh, gul-oh,…Jae shin dan Yoon Hee kaget, Yong Ha melanjutkan Lee Sun Joon mengakibatkan masalah.

Yong Ha, Jae Shin dan Yoon Hee masuk ke rumah judi. Gisaeng senior pemilik rumah judi melihat Yong Ha dengan wajah kesal, sementara Sun Joon duduk di meja. Tempat itu porak poranda.

Yong Ha dan Yoon Hee duduk di depan Sun Joon yang babak belur, Jae shin berdiri bersandar ke tiang dan Yong Ha heran, kau mencari Petugas Yoon?

Yong Ha : Bertindak mendahului pikiran, seperti bukan Lee Sun Joon yang kukenal?
Sun Joon membenarkan, daripada duduk pusing dengan teka teki, lebih baik mencari Yoon. Yong Ha tanya ini semua demi menemukan Geum Deung Ji Sa atau membuktikan kalau ayahmu tidak bersalah?

Sun Joon : Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di malam itu, sepuluh tahun silam.
Yong Ha : Dengar, Lee Sun Joon, aku ingin tanya satu hal, jika kita menemukan Geum Deung Ji sa, maka kau mungkin tidak akan bisa menjadi anak menteri Kiri lagi.

Sun joon melihat ke arah Yoon Hee dan berkata itu lebih baik, daripada menjadi anak seorang kriminal yang membunuh kakak dan ayah teman-nya.
Kata-kata Sun Joon membuat Jae shin tersentuh, tapi Yoon Hee tidak tahan dan keluar. Sun Joon menyusulnya. Yong Ha hanya bisa memandang Jae shin. Sun Joon membuatnya syok.

Sun joon mengejar Yoon Hee. Yoon Hee minta Sun Joon berhenti, jika ini karena aku, kumohon hentikan. Aku sudah sangat menderita karena ayahku, yang wajahnyapun aku tidak bisa mengingatnya, dan kau juga, ayahmu juga lebih lagi, jadi kumohon hentikan. Kau bisa menghentikannya, aku tidak tahan lagi melihatnya.

Yoon Hee pergi tapi kali ini Sun Joon memeluknya dari belakang.

Sun Joon : Aku..aku ingin pengampunan. Aku ingin membayar kembali..untuk semua waktu yang kau habiskan karena harus menyamar sebagai pria, menjaga adik lelakimu karena ayahmu tidak ada..untuk waktu-waktu dimana kau harus kedinginan dan kelaparan..aku ingin mengatakan padamu..kalau aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, karena menghabiskan waktuku dengan membaca di kamarku yang hangat,

tanpa sadar apapun…kalau aku bisa mengembalikan waktu..aku akan memberikan padamu segala yang kumiliki..jadi apa kau bisa memaafkan aku..aku ingin mengatakan itu padamu.
(ok Sun Joon, sekarang aku rela kau menjaga Yoon Hee hehe…dan Jae shin sepertinya juga sudah merelakan Yoon Hee)

Yong Ha dan Jae shin duduk di dalam. Yong Ha bingung, Lee Sun Joon itu sungguh mengejutkan, semakin kau mengenalnya, semakin mengejutkan, dia akan melawan ayah yang sangat ia hormati.

Yong Ha : kau tahu dengan baik seperti apa rasanya melawan ayahmu sendiri, seperti hidup di neraka.

Ya, Jae shin tahu itu dengan pasti.

Sementara Menteri Lee main catur sendirian, ia terngiang kata-kata Sun Joon, kalau ia memilih menjadi musuh ayahnya. Menteri Lee menghela nafas.

Jeongjo bertemu Jung Yak Yong.
Jeongjo : Apa ada masalah dengan pemecahan kode Prof Jung?
Prof Jung : Mereka tidak mencari saya untuk bertanya jadi sepertinya tidak ada masalah, Cheon Na.

Jeongjo : Aku pikir kode rahasia itu adalah pelajaran terakhir yang ingin diajarkan oleh Prof SKK, Kim Seung Heun. Dimana pengajaran mengarah dan dimana negara berawal. Aku sungguh ingin tahu apa yang ingin diajarkan Prof Kim Seung Heun, Prof Jung.

Sun Joon menemukan Yoon. Tapi Hong Byuk Seo palsu ingin membunuhnya. Sun Joon berusaha melindungi Yoon.
Tiba-tiba Moon Jae Shin datang dan melawan Cho Sun. Jae shin berkata Sun Joon jalan cepat sekali, dia kesulitan menyusul Sun Joon.

Cho sun melarikan diri dan Jae shin mengejarnya. Dalam beberapa jurus, Jae shin berhasil mengunci Cho sun dan membuka maskernya. Tapi Cho Sun berhasil membebaskan diri dan lari.

Jae shin terkesima, jadi itu benar Cho Sun! (Anehnya mengapa Jae shin tidak cegukan ya…padahal belum sembuh lo kebiasaan-nya itu)

Yoon Hee memeriksa surat ayahnya lagi dan beberapa peta, ia ingat kata2 Prof Jung, kalau mendiang Raja awalnya menyimpan Geum Deung Ji Sa di kuil di Jongmyo. Tempat dimana pengajaran mengarah. Tempat dimana negara dimulai. Disitulah Geum Deung Ji Sa disembunyikan. Yoon Hee bergegas pergi.

Byung Choon dan Go Bong terus mengamati Yoon Hee. Mereka lapor pada In soo kalau Kim Yoon Shik memeriksa peta kota dan tiba2 lari. Kebetulan In soo tadi melihat Yoon Shik.

In soo masuk perpustakaan dan ingin mencari apa yang dicari Yoon Hee, hanya saja Yoon Hee merobek halaman bukunya. In Soo menemukan tujuan Yoon Hee, Jongmyo!

Yoon Hee sudah tiba di kuil di Jongmyo.

Sun Joon dan Jae Shin menyudutkan Yoon Hyung Goo. Ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi 10 tahun lalu, katakan!

Yoon cengengesan dan berkata apa boleh buat, sudah jadi kebiasaan anjing pemburu, tidak akan membuka mulut sebelum diberi makanan. Yoon minta uang.

Jae shin mencengkeram bajunya, Tapi kau hampir terbunuh oleh Cho Sun dari Moran-gak!

Yoon : Cho Sun dari Moran-gak? hmm menarik..

Yong Ha mengajak beberapa polisi minum2 lagi dan mengorek informasi kejadian 10 tahun lalu. Yong Ha harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan info. Salah seorang polisi berkata kalau Yoon terlihat bersama Byung Pan.

Di saat bersamaan, Sun Joon terus memaksa apa yang sebenarnya terjadi, katakan apa kau menerima tanah dari ayahku, Menteri Kiri Lee!

Kali ini Sun Joon yang mencengkeram baju Yoon. Yoon teriak aku tidak bisa bicara kalau dicekik seperti ini! Jae Shin dan Sun Joon akhirnyamendengar dari Yoon Hyung Goo kalau Menteri Kiri Lee, benar-benar memerintah untuk merampas Geum Deung Ji Sa, tapi tidak membunuh. Justru Menteri Ha yang merusak rencana dan membunuh Prof Kim dan juga Moon Young Shin.

Menteri Lee tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menutup mulut para pengawal, ia memberikan tanah untuk Yoon untuk “mendiamkannya”.

Yoon : Tapi, semua menjadi menarik karena Byung Pan sudah mengirim Cho sun untuk menghabisiku.

Yong Ha melihat In soo dan pasukannya yang bergegas ke kuil di Jongmyo.

Sun Joon dan Jae shin menunggu Yoon Hee di perpustakaan. Sun Joon lega sekarang, ayahnya bukan pembunuh ayah Yoon Hee dan juga kakak Jae shin.

Jae shin : Kau belum menemukan Kim Yoon Shik? Apa yang kau lakukan dan bukannya pergi mencarinya. Bukankah orang yang harus tahu pertama kali tentang kebenaran ini adalah dia? Kalau Byung Pan dalang semuanya. Aku senang, demi kau dan demi diriku sendiri. Akan melelahkan untuk membencimu selama hidupku.

Gu Yong Ha masuk ke perpustakaan dengan terburu-buru, apa kalian belum menemukan Kim Yoon shik? In soo dan pasukannya menuju ke kuil di Jongmyo.
Yong Ha menyimpulkan atau jangan2 daemul ke Jongmyo? berarti dia dalam bahaya!

Yoon Hee jalan di aula dan berdiri di depan salah satu altar.
Sementara In soo dan pasukan menuju ke kuil. In soo mengatakan pada ayahnya ini mungkin kesempatan kita untuk memusnahkan Geum Deung Ji sa.

Byung Pan memerintahkan untuk menghancurkan Geum Deung Ji Sa.

Jae Shin mengamati penjaga bersama Sun Joon dan ia ingin mengalihkan perhatian pasukan dengan menembakkan beberapa panah ke kaki mereka.

Jae Shin berkata pada Sun Joon : kau janji kalau Kim Yoon shik tidak akan terluka.
Sun Joon : Sahyung!
Jae Shin memegang bahu Sun Joon, aku akan berusaha keras untuk mengalihkan perhatian pasukan.

Yoon Hee tidak berhasil menemukan Geum Deung Ji Sa.

Jae shin langsung bertempur dengan pasukan, meskipun Jae shin hebat tapi kali ini Jae shin kalah jumlah.
Sun Joon berhasil masuk ke dalam kuil.

Jae Shin berhasil menahan pasukan dengan beberapa jurus, lalu ada seseorang yang berhasil menahan pedang Jae Shin, Kepala pasukan !
Jae shin harus bertarung dengan kepala pasukan dan pedangnya terlepas dari tangannya…

Di dalam kuil, Sun Joon lari memeluk Yoon Hee.

Diluar…terdengar suara paling mengerikan…suara pedang kepala pasukan yang menebas dada Moon Jae Shin.
Jae shin roboh ke tanah….

BERSAMBUNG

credit; http://kadorama-recaps.blogspot.com/2010/11/sungkyunkwan-scandal-lesson-18.html

Masih menunggumu

November 21, 2010 by

 

Bagi para kaum cewe, kamar adalah tempat dimana kita akan menangis, tertawa, bermalas-malasan, bekerja atau sedang ngerumpi bersama teman, sama halnya yang dilakukan Chira, kamarnya sudah seperti markas yang setiap weekend 2 sahabatnya slalu berkumpul dan menginap. Mungkin selain karna kamarnya yang luas, orang tua Chira yang jarang berada dirumah juga menjadi alasan bagi Nita dan Ennie selalu stand bye dirumahnya. Terutama untuk hari ini, Chira yang sedang merasa kurang baik menjadi alasan untuk mereka berkumpul tanpa mengganti seragam terlebih dahulu.
“ Guys, gue beneran uda mulai takut sama sikapnya Arial, gue juga mulai ngerasa gak nyaman di sekolah. “
“ Lagian lo aneh Ra, Arial itu artis yang lagi naik daun, murid baru disekolah kita, dan dia naksir sama lo! lo malah ketakutan gak jelas….” Gerutu Nita, sambil me-lap mukanya dan bercermin.
“ Hahaha……” Ennie jadi tertawa. “ Lo bener Nit, temen kita yang satu ini super aneh, gue jadi lucu inget kejadian tadi, pas Arial nembak di lapangan basket, ni anak malah kabur gak jelas,.” Ennie masih tertawa sambil berbaring di ranjangnya Chira.
Chira menghela nafas dan ikut berbaring di samping Ennie.
“ Gue bukannya sok jual mahal atau gak suka, siapa coba yang gak suka sama cowok yang prduksinya model Arial, cuma…..gue takut, baru kenal sehari dia udah bersikap baik, dan kayak cari perhatian gitu, belum seminggu kenal udah nembak. Takutnya dia cuma permainin gue, atau dia punya niat lain, lo tau sendiri, artis itu pinter acting, kita mana tau wajah asli ma kata-kata yang dari hati itu yag mana. “ Chira menjelaskan.
“ Iya juga seh, agak aneh…tapi gak seaneh elo yang gak ada seneng-senengnya di tembak cowo perpect macam Arial. “ Nita masih mengomel.
“ Gue mah gak kayak lo, ini cinta pertama gue, gue gak mau first love gue ternyata cuma permainan dari artis yang baru beken itu. “ Chira memaparkan kembali alasannya.
Chira merasa hidupnya sudah mulai tak tenang, anak-anak satu sekolah sudah tau siapa dia berkat acara penembakan secara terbuka kemaren siang. Begitu melihat Chira tak satupun yang tak menoleh, ada yang berbisik sambil mencibir, dalam hati mereka cewek bodoh macam apa Chira ini bisa sampai hati menolak seorang Arial, ARIAL!!! perlu penekanan lagi bahwa yang ditolak bukanlah cowo yang biasa.
Begitu leganya Chira setelah sudah mencapai kelas itupun masih ada beberapa yang menatapnya dengan tatapan yang….begitulah. tapi ke lega an itu hanya sebatas pintu, begitu nyampe meja Chira melihat seikat bunga mawar putih di mejanya. Chira menghela nafas, memungut mawar itu lalu berjalan cepat keluar menuju suatu tempat yaitu lapangan olah raga dimana sekarang Arial berada.
“ Ini apa? “ semprot Chia sambil menenteng bunga tersebut.
“ Bunga kesukaan lo! “ jawabnya dengan santai sambil melempar bola basket ke ring, dan anehnya masuk padahal kosentrasinya sudah dibuyarkan oleh kemunculan Chira
“ Sok tau, gue gak ngerti ya, apa yag membuat lo suka sama gue dan ngejar-ngejar gue sampai begininya, dan kalo sampai gue tau ini cuma buat kepentingan lo sendiri, gue gak akan pernah maafin lo. “ Chira mengembalikan bunga itu lagi kepada yang memberi. semuanya kembali mengelus dada melihat tingkah Chira, yang sebagian besar mulai tidak suka terhadap Chira.
Sedangkan Arial hanya tersenyum simpul lalu berkata.
“ Kayaknya gue perlu usaha lebih keras. “

Ternyata usaha Arial memang tidak hanya sampai disitu, malamnya dia malah langsung datangi kediaman Chira, dan tentunya Chira belum tau hal tersebut. Nada di Hp nya Chira mulai bernyanyi.
“ Halo. ”
“ Bagus klo lo belum tidur . “
Chira langsung mangap dan yakin klo yang menelpon ini adalah Arial. Biasanya artis yang di kejar-kejar sekarang malah artis yang ngejar-ngejar.
“ Mau apa lo artis baru tenar!!! “ Sindir Chira.
“ Gue ada depan rumah lo! “
“ Whattt!!!! “ Chira langsung melihat keluar jendela. “ Lo gila, gue rasa lo perlu periksa ke skiater. “
Arial hanya tersenyum sambil melambai.
“ Ayo turun!!”
“ Gue gak mau. “
“ Klo gitu gue yang masuk. “
“ Jangannnnn!!! Iya gue turun. “ Telpon dimatikan. “ Kalo dia terus begini, gue rasa gue bakal beneran jatuh cinta sama dia. “
Dengan wajah cembetut lipet delapan, Chira turun dan menghampiri Arial yang sedang menyandarkan tubuhnya di samping mobil. Lagi-lagi Arial tersenyum peuh arti.
“ Gue kesini cuma mau ngasih lo ini! “ Arial meletakkan sebuah boneka mini Mario Bross. Lalu sebelum pergi Arial tiba-tiba mencium pipi chabinya Elia.
“ Hehh! elo..! “ lagi-lagi belum sempat Elia bicara Arial selalu memotongnya atau malah langsung pergi begitu saja. “ Gue rasa dia perduli pendapat gue. “ Elia pun kembli masuk, tapi ia kembali melihat Arial tapi dalam keadaan yang berbeda, Arial muncul di TV sebagai bintang iklan motor. “ Huhh..kenapa dimana-mana harus ada elo, kenapa gue selalu pengen nerima lo dan percaya kalo lo bener-bener suka sama gue. “

Hari ini Elia agak lebih berhati-hati datang kesekolah, takutnya di cegat sang artis lagi, tapi hari ini, batang hidungnya Arial juga gak muncul, Elia merasa sedikit lega, tapi sekaligus cemas, karna walaupun gak masuk karna syuting, biasanya Arial tetep nelpon minimal sms, tapi sejak tadi malam, Arial sama sekali tak menghubungi lagi.
“ Apa dia sudah menyerah? “ Elia menghla nafas. “ Bagus lah, gue juga gak perlu cinta pertama macam dia.”
Pulang sekolah disiang bolong yang teramat panas membuat Elia langsung menghempaskan tubuhnya kekasur. berbaring sebentar lalu menyalakan televise dan lagi-lagi, hanya Arial yang dilihatnya, kali ini Arial jadi bintang tamu suatu acara. Elia mau mematkan tapi mendengar sebuah pertanyaan yang dilontarkan pembawa acara kepada Arial, membuat Elia penasaran dengan apa jawaban dari Arial.
“ Kita semua kan tau kalo Arial saat ini sedang di gilai banyak fans, terutama fans wanita, mereka pada sms ke kita mo minta tolong tanyaain ke kamu apa kamu sudah punya pacar? “ Tanya pembawa acara tersebut. Arial tersenyum sebelum menjawab.
“ Saat ini aku memang belum punya pacar, tapi…..ada yang dari dulu aku suka. “
“ Sejak kapan kamu suka cewek itu? Apa dia teman sekolah? “
“ Sukanya seh udah lama, sejak dulu sebelum aku jadi artis tapi setelah aku jadi artis, dia jadi menjauh. “
“ Wahhh…jadi penasaran dengan gadis itu. “
“ Dia gadis yang biasa, bukan artis juga bukan sehebat seperti yang kalian bayangkan, dia….teman sejak kecil, sayang..dia sama sekali tidak ingat denganku…”
Elia berpikir sambil manyun. “ Yang dia maksud siapa seh…?”
Pembawa acara mengeluarkan sebuah kejutan untuk Arial berupa barang kesayangan Arial yaitu sebuah topi rajut yang berinisial A&E, Elia baru kaget bukan main, bahkan sampai langsung berdiri.
“ Apa benar dia Arial yang dulu, sahabat gue waktu SD, benarkah itu dia? “
Elia berlari keluar sambil menenteng sebuah tas tangan. taxi pun dia suruh segera melaju kesebuah studio TV. 1 jam baru sampai ditepat, Elia langsung berlarian di studio, seorang petugas yang melihatnya langsung menghentikannya.
“ Mba, mba mau apa? “
“ Saya mau ke studio acara talk show. “
“ Maaf mba, mba gak bisa sembarangan masuk. “ Larang seorang petugas lalu berusaha menarik Elia keluar, tapi Elia tetap berusaha masuk.
“ Ini penting mas. “
“ Mas, dia teman saya. “ Ucap Arial yang langsung muncul.
“ Oh…maaf mas Arial. Maaf non. “ Ucap petugas itu lalu pergi.
Arial dan Elia sekarang berada pada jarak kurang lebih 15 meter, mereka saling tertegun sebentar.
“ Kamu sudah lihat,?” Tanya Arial, Elia mengangguk dengan mata yang mau menangis. “ Dan kamu juga sudah ingat? “ Tanya Arial lagi dan jawaban Elia tetap mengangguk. “ Sudah ku bilangkan, aku akan mencari mu lagi dengan caraku yang cepat, tapi kau tidak mengenaliku, banyak cara ayan kulakukan supaa kamu ingat, ari bunga samapi boneka tapi etap kamu tidak ingat.“
Elia berlari kepelukan Arial.
“ Maaf, aku tidak mengenalimu, aku tidak menyangka kalau kamu benar-benar akan mencariku. “ Elia masih menangis.
“ Aku tidak pernah berubah El, masih selalu menunggu jawaban kamu. “
Elia melepaskan pelukkan, lalu memperlihatkan boneka Mario Bross yan tadi.
“ Harusnya kamu menyadari, aku sudah memberikan jawaban itu sejak bertahun-tahun yang lalu, sejak aku bilang….kamu harus cari aku dan memberikanmu ini. “
Arial kembali mearik Elia kepelukkannya. Mereka tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Tidak peduli banyak mata yang melihat, banyak kamera yang men sorot, Arial hanya menggenggam erat jemari Elia dan berbicara didepan semuanya.
“ Dialah gadisku…..bukan siapapun, dan artis manapun. “

 

karya ;

Febry Cyril


Sinopsis Sungkyunkwan Scandal Episode 17

November 20, 2010 by

Sinopsis Sungkyunkwan Scandal Episode 17

Jae Shin, Yong Ha, Sun Joon dan Yoon Hee saling bertatapan heran. Tiba-tiba seseorang datang, ternyata Baginda.

Semua berdiri menghormat. Jeongjo tersenyum, mereka memperlakukan ke-4 teman baikku dengan kasar,ya? Kalian mau memaafkanku?
Ke-4nya menunduk diam, Jeongjo menghela nafas, bagaimana ini..Prof Jung sepertinya murid2mu tidak mau menerima permintaan maaf dari seorang Raja.

Seorang pria mendekat, semua terperanjat, ternyata Prof Jung Yak Yong.
Jeongjo memberi perintah rahasia pada Jaegeum Kuartet, Terima perintahku, segera mulai Joseon baru! Ke-4 anak itu terperanjat.

Jeongjo menunjukkan sebuah peta pada mereka, sebuah kota yang ingin ia bangun, yang merupakan impian mendiang ayahnya (Sado seja) dan sekarang menjadi impian-nya. Sebuah kota dimana partai politik dan kelas sosial tidak akan memisahkan rakyat.

Jeongjo : Aku akan membangun sebuah kota baru di tempat ini, Benteng Hwaseong. Aku akan memberikan tempat berdagang untuk mereka yang ingin berdagang. Untuk mereka yang ingin mengolah tanah, aku berikan ladang, kota hebat di Timur tanpa partai politik, tanpa budak atau bangsawan, dimana kekayaan dan kemiskinan dibagi bersama, dan dimana perbedaan kelas ditiadakan.

Hwaseong akan menjadi ibukota baru untuk memulai Joseon baru. Jeongjo memberikan sebuah amplop pada mereka, ini kunci benteng itu. Jeongjo ingin menemukan surat yang ditinggalkan oleh mendiang Raja (Yeongjo) dan melakukan sesuatu yang besar.

Prof Jung menjelaskan, 10 tahun lalu di suatu malam, Profesor SKK Kim Seung Heun dan Ketua Siswa Moon Young Shin menerima perintah dari Raja untuk membawa sebuah kotak (berisi surat) kembali ke istana, tapi keduanya tewas saat dalam perjalanan membawa kotak itu ke istana. Kotak berisi surat itu menghilang setelah kejadian itu.

Jae shin dan Sun Joon menoleh ke arah Yoon Hee yang baru pertama kali ini mendengar mengenai kematian ayahnya.

Jeongjo : Ini surat pengunduran diri Kim Seung Heun dan wasiatnya, gunakan ini sebagai petunjuk. Apa kalian mau membantuku menemukan surat itu dan membantuku mewujudkan impian dan keinginan-ku?

Baginda dan Prof Jung pergi meninggalkan ke-empatnya sendirian.

Yoon Hee yang pertama bersuara : Aku ingin menemukannya! Tidak, aku harus menemukannya. Meskipun aku tidak bisa mengingat wajah ayahku secara jelas, aku berharap bisa mengenal seperti apa ayahku itu. Jika aku mencari di dalam surat wasiatnya…jika aku mengikuti jejak terakhirnya, mungkin aku bisa mengerti sedikit…siapa ayahku dan bagaimana ia hidup..aku ingin tahu. Kumohon, bantu aku Sahyung.

Yong Ha tanya pada Jae shin, bagaimana denganmu?
Jae shin : Moon Young shin, Aku juga ingin tahu apa yang di-impikan orang bodoh itu.
Yoon Hee : Sahyung..
Jae Shin : Dia kakakku..orang menyedihkan itu..
Sun Joon tampak kaget, ini pertama kali ia tahu. Yong Ha menepuk bahu Jae shin.

Jeongjo mengadakan diskusi dengan Perdana Menteri Che Je Gong dan Prof Jung.
PM Che Jegong : Moon Jae shin dan Kim Yoon Shik lebih pas untuk menjalankan perintah rahasia ini dibanding yang lainnya. Tapi, Cheon Na, saya tidak mengerti mengapa Lee Sun Joon, putra Noron, dan yang lain, yang bukan seorang Namin atau Soron…

Jeongjo memotong : Gu Yong Ha…Gu Yong Ha, tepat seperti anak menyenangkan itulah Joseon baru yang ingin aku bangun.

Prof Jung : Apa anda percaya kalau anak-anak itu bisa mengungkapkan misteri ini?
Jeongjo : Tentu saja, aku percaya mereka bisa.

Kembali pada Jalgeum kuartet, Yoon Hee membuka surat wasiat ayahnya.
Yong Ha berkata itu surat pengunduran diri yang sekaligus adalah surat wasiat, disitu berarti mengandung petunjuk. Yoon Hee membaca isi surat ayahnya.

Isinya sangat puitis dan Yong Ha memotong, tunggu..tunggu, itu mengesankan sekali. Yoon Hee heran, apa kau mengerti, Sahyung.
Yong Ha berkata dengan yakin : Tidak, aku tidak mengerti apa artinya. Tapi itu pasti sandi rahasia yang hebat sekali..Bwa…
Yoon Hee mengeluh, sahyung…Yong Ha senyum lebar 🙂

Yong Ha mulai mencoba mengulas kembali apa yang terjadi di malam itu, 10 tahun yang lalu, dan ada flashback saat Baginda memberikan tugas itu pada Prof. Kim.

Sun Joon dan Yoon Hee menyadari kalau ini adalah kode, ayah Yoon Hee suka sekali dengan permainan kata dengan menggunakan karakter Cina. Keduanya menemukan ada kaitan kata antar kalimat. Jae shin tidak terlalu semangat, sepertinya ia tahu temuan ini akan mengarah ke siapa. (Partai Noron, ayah Sun Joon)

Sun Joon menunjuk karakter2 yang bisa dipakai dalam paja, wang, yi, in, wol,sil, sa dan keduanya sampai pada kesimpulan, Geum Deung…
Yong ha : Geum deung adalah peti penyimpanan dari logam (geum= jin = emas)..lalu Yong Ha menoleh lagi pada si real-brainiac, Moon Jae shin

Jae shin : itu adalah kalimat yang muncul dalam “sejarah klasik”. Dari Dinasti Zhou, kerelaan untuk memberikan hidupmu sendiri demi menyelamatkan raja…
Jae Shin : Geum Deung Ji Sa.

Yoon hee kaget, sahyung! apa selama ini kau sudah tahu? Lalu Yoon hee sadar, Jae shin adalah Hong Byuk Seo dan apa yang selama ini diributkan Hong Byuk seo? Geum Deung Ji Sa. Bingo!
Semuanya tanya, apa kau tahu dimana Geum Deung Ji Sa?

In Soo menemui ayahnya dan lapor kalau Hong Byuk Seo adalah Moon Jae shin. Kita harus mengirim pasukan ke SKK untuk menangkap Jae Shin. Tapi Menteri Perang ragu-ragu, hanya dengan bukti gelang tidak kuat.
Menteri Ha : Jadi, Hong Byuk seo adalah putra menteri Keamanan…tapi kita tidak punya bukti kuat.
In Soo : Kita bisa mengirim pasukan ke SKK besok pagi untuk menangkapnya dan mengirimnya ke Uigyeombu.

Menteri Ha punya rencana lain dan setelah ayahnya pergi, In Soo berkata pada kepala pengawal kalau ayahnya terlalu berhati-hati, dan ia minta beberapa orang pada kepala pasukan untuk menangkap Hong Byuk seo sendiri.

Jae Shin berkata kalau kita akan bisa menemukan dimana GDJS dengan melacak kembali jejak 10 tahun lalu. Kalian teruskan saja memecahkan kode di surat itu, aku benci dengan hal-hal yang membuat kepalaku sakit.
Jae Shin akan pergi dan Yong Ha tanya, bagaimana denganku?

Jae shin berbalik dan kelihatan sebal, menurutmu? lalu Jae Shin menyeret Yong Ha. Yong Ha tentu saja senang sekali, hore..main dengan Jae shin…:)

Saat keduanya sudah diluar, Yong Ha tanya, apa sebenarnya Geum Deung Ji Sa itu. Jae shin menjelaskan apa yang ia tahu, kalau partai Noron Byeokpa ada di balik pembunuhan kakak-nya dan juga ayah Yoon Hee. Karena isi GDJS bisa membuat mereka yang terlibat dalam kematian Sado seja terungkap.

Yong Ha : Kenapa kau diam saja dan baru mengatakan-nya sekarang?
Jae shin hanya melotot ke arah Yong Ha (kau pikir kenapa?) tapi mereka tiba-tiba dikepung oleh In soo dan pasukannya.

In soo : senang bertemu kalian disini, karena Hong Byuk seo sudah muncul lagi.

Yong Ha dan Jae Shin sedikit terperanjat.

Yong Ha : Kau seharusnya mengatakan padaku lebih cepat, jadi aku bisa melihatnya.

In soo mengeluarkan lukisan Hong Byuk Seo dan mendekatkan-nya ke wajah Jae shin, Yong Ha komen, kalau kau menggunakan bukti lemah itu untuk menangkap Hong byuk seo, maka yang kelihatan mirip lukisan itu adalah kau! sambil mendekatkan lukisan itu ke wajah In soo ..bwa hahaha..I love u Yong ha..

In soo : Aku ingin tahu apa kalian masih bisa bercanda setelah melihat ini. Ini bukti yang kau tinggalkan semalam ketika keluar sebagai Hong Byuk seo. Jika aku perlu saksi untuk mengatakan apa gelang ini milik Moon Jae Shin, aku bisa membawa siapa saja dari SKK.
Seorang petugas meraih tangan Jae shin dan sim salabim…Jae Shin mengenakan gelang!

Jae shin : Apa ini yang kau cari?

Yong Ha menunjukkan pergelangan tangannya, atau sesuatu seperti ini?

In soo speechless dan seperti ingin menelan Yong Ha hidup2.

Yong Ha : Ah kita harus menghadiri kuliah Prof Yoo, jadi kita harus bergegas. Hei, kau tidak membutuhkan ini lagi kan? Yong Ha mengambil gelang Jae shin dari tangan In soo, Daemul kami selalu ingin sesuatu seperti ini, kita harus saling berbagi hal-hal yang tidak kita perlukan lagi kan? kau harus mencobanya.

In soo bagai tersihir dan membiarkan saja Yong Ha mengambil gelang itu dan melenggang pergi bersama Jae shin. Keduanya jalan setengah berlari kecil sambil tos! Jae shin ketawa lebar…(meskipun aku ngga tahu kapan Yong Ha ngeronce manik2 tapi that’s really cool..hehe)

Yong Ha : Hei kau lihat kan? Aku Gu Yong Ha

Jae shin serius lagi, aku berniat mencarinya, jika aku bisa menemukan Geum Deung Ji sa yang menghilang, aku mungkin akan bisa bertemu orang2 yang melakukan itu pada kakakku dan aku berniat menunjukkan pada mereka apa yang harus mereka takutkan.
Yong Ha : jadi aku bisa membantu apa?

Sementara Yoon Hee jadi ragu, lokasi dimana Geum Deung ji sa berada adalah dimana negara kita mulai, apa aku bisa menemukannya? Aku tidak pernah melakukan hal sebesar ini dan aku tidak tertarik masalah politik atau masalah negara kita. Dan aku juga tidak pintar, aku bahkan tidak bisa menebak apa yang dipikirkan ayahku dan impian-nya dan aku juga…

Sun Joon berlutut dan menggenggam tangan Yoon Hee, aku akan disini. Saat kau mulai merasa semua menjadi rumit dan sulit, aku akan ada di sisimu. Saat kau menyesal karena memulai tugas berbahaya ini, aku akan ada di sampingmu. Saat kau tidak ingin melanjutkan-nya dan ingin menyerah, saat kau mulai tidak percaya dengan kemampuanmu, saat kau merasa frustrasi dan jika kita tidak bisa melakukan apapun, tangan kita kosong dan gagal, Kim Yoon Hee, aku akan selalu ada di sisimu.

Prof Jung bertemu dengan Jae Shin, kau mengingatkanku dengan kakakmu. Raja punya permintaan untukmu, Jangan datang lagi sebagai Hong Byuk seo dan menyebarkan pesan-pesan seperti itu lagi.

Jae shin kaget, anda tahu?
Prof Jung : Meskipun ayahmu adalah Kepala Uigyeombu, jika kau tertangkap oleh Menteri Perang sekarang, dia tidak bisa menyelamatkanmu.
Jae shin : Saya tahu itu. saya percaya dia tidak punya kekuatan atau keinginan melakukannya..

Prof Jung : Kakakmu juga adalah penulis yang baik. Lewat tulisanmu, aku melihat kakakmu, itu sungguh menyenangkan. Apa kau bekerja begitu keras agar tulisanmu mirip dengannya?

Jae shin tersentuh dan membalas Prof Jung dengan ini : Mencintai rakyat tanpa mencemaskan negara bukanlah puisi. Merasa sakit untuk jaman tanpa memiliki kemarahan pada dunia bukanlah puisi. Menjunjung tinggi kebajikan tanpa mengontrol kejahatan bukanlah puisi.

– dari buku yang sangat saya suka, sebuah buku puisi dan ditulis oleh siswa Sungkyunkwan beberapa waktu lalu, Pelajar Jung Yak Yong. (kalau aku jadi Prof Jung, dah aku kasih nilai A+++ buat Jae Shin the brainiac hehe, but not Jung Yak Yong..)

Jung Yak Yong : Meskipun demikian, jika kau jarang hadir, kau sekali lagi akan gagal dalam kelas Analek Konfusius tahun ajaran ini. Ha! (oh ayolah Profesor…)
Keduanya senyum.

Sun Joon dan Yoon Hee pergi ke toko buku Tuan Hwang, mereka memakai lift manual dan Sun Joon kesulitan mengoperasikannya. Yoon hee menggodanya, apa karena Soon Dol yang biasa melakukannya untukmu? maksudnya karena Sun Joon terbiasa dengan kehidupan enak dan pelayanan. Yoon Hee mencoba menariknya, tapi salah arah dan liftnya tergoncang, membuat Yoon Hee jatuh ke pelukan Sun Joon!

Tuan Hwang mengetok lift, apa kalian baik2 saja? apa mesin-nya rusak? panas sekali di dalam ya…hehehe

Setelah keduanya keluar, Sun Joon berkata bagus juga kalau liftnya rusak. Aku pikir karena mungkin kau ini kuat, jadi kau sengaja membuatnya bergoncang.
Yoon Hee heran, apa maksudmu?

Sun Joon menggodanya, apa kau tidak ingat..kemarin..di perpustakaan..apa aku harus mengatakannya?

Yoon Hee kaget, Aku tidak percaya ini..itu tidak akan pernah terjadi lagi, jadi jangan cemas, dan Yoon Hee langsung pergi dengan kesal dan terhina hahaha

Sun Joon bingung dan mengejarnya..tidak..maksudku..(hahaha…Sun Joon pikir Yoon Hee sengaja menggoncangkan lift agar bisa menciumnya lagi, dan ini membuat Yoon Hee terhina, ya iyalah…)

Keduanya sampai di halaman SKK, dan Jae shin melihat keduanya dari kejauhan.
Sun Joon berkata kalau Yoon Hee tidak konsisten (saat kompetisi memanah, ia membiarkan Jae shin menyentuh pipinya dan tidak mengijinkan Sun Joon!)

Yoon Hee tidak percaya ini dan berkata aku janji mulai sekarang aku tidak akan melakukan itu lagi. Yoon Hee pergi dan Sun Joon mengikutinya.

Jae shin melihatnya, lalu mendengus dan tersenyum getir. Ya ada suara hati yang terluka.

Yoon Hee dan Sun Joon masuk perpustakaan, sebenarnya untuk mencari petunjuk tentang GDJS, tapi Lee Sun Joon meninggalkan beberapa “catatan” (baca : surat cinta) untuk Yoon Hee di beberapa buku.

Yoon Hee membuka yang pertama dan langsung senyum, senyum sekali, lebih muda sekali, marah sekali, lebih tua sekali. Kemudian, jika kau ketawa sekali, kau lebih muda setahun, dan jika kau marah sekali, kau mendapatkan kerutan.

Yoon Hee senyum2 sendiri, dan berikutnya, itu hanya lelucon, jadi kumohon jangan marah lagi.

Yoon Hee membuka surat berikut, mereka yang kekuatannya tidak mencukupi akan menyerah ditengah jalan. Sekarang kau membatasi dirimu. Ini adalah analek Konfusius. Melepaskan sesuatu yang sudah kau mulai bukanlah yang dilakukan oleh seorang pelajar Konfusius, kenali musuhmu dan dirimu sendiri, dan kau akan menang dalam ratusan pertempuran..apa kau benar2 tidak mengerti hatiku?

Yoon Hee geli dan ketika akan membuka buku terakhir, Myung Sik (ketua siswa Soron) mengambilnya. Sun Joon panik dan langsung merebut buku itu.

Myung Sik marah, apa kau baru saja merebut buku dari tangan seniormu? Sun Joon bingung, Yoon Hee geli, Ahn Do Hyun, Woo Tak, dan Hae Won mendekat.

Sun Joon minta maaf dengan tulus dan membungkuk, lalu menyarankan Myung Sik membaca buku yang lain. Myung Sik berkata pada Ahn dkk, kalian lihat kan, bagaimana Lee Sun Joon minta maaf padaku?

Myung Sik pergi dengan puas. Ahn Do hyun berkata jangan libatkan aku dan mereka bubar. Sun Joon berkata pada Yoon Hee, di situ ada sesuatu yang ingin aku katakan tapi tidak bisa secara langsung, kau baca saja sendiri. Sun joon bergegas pergi setelah mengembalikan buku di rak.

Yoon Hee membuka buku itu, menemukan kertasnya dan melihat, itu adalah sebuah kata dengan 13 goresan yang paling indah : Ai, cinta.
Suara Sun Joon : Aku mencintaimu. (oya, kertasnya warna pink)

Yong Ha di kantor polisi, ia mentraktir mereka minum-minum dan makan. seorang polisi merasa tidak enak, tapi Yong Ha berkata ringan, kalian adalah abdi negara itu pantas untuk kalian, ayo minum..minum..
Yong Ha membuka tumpukan dokumen2 lama, berisi catatan kepolisian tentang apa yang terjadi 10 tahun lalu. Dia mencari surat dengan tanggal hari pertama bulan ke-12 tahun Sinchook 1781. Gu Yong Ha mengibaskan debu 🙂

Yong Ha menemukan hal penting, saat itu ada catatan mengenai utusan Qing yang datang. Yong ha berpikir, kalau ada tamu penting, ibukota pasti dijaga ketat, tidak mungkin ada penjahat. Satu-satunya yang bisa mengawal Prof Kim seung heun dan Moon Young Shin yang membawa Geum Deung Ji Sa dari gunung Wolchul ke istana adalah pasukan Hanseongbu.

Yong Ha memeriksa catatan petugas Hanseong dan kaget karena lima dari petugas itu tidak menulis laporan. Yong Ha sadar pasti ada yang menerima uang sogokan.

Yong Ha membawa buku catatan itu dan mendekati polisi, lalu tanya dari nama-nama ini, siapa yang menghilang malam itu atau tiba2 berubah kehidupannya/karena kaya mendadak. Tapi tidak ada yang memberikan jawaban semua gugup, kau sebenarnya siapa?

Yong Ha menunjukkan lencana : Penyelidik rahasia dari Baginda.

Yong Ha mendapat satu nama, Petugas Yoon, yang sedang berjudi. Yong Ha mengamatinya dan melihat orang itu kalah terus. Ia sudah ketagihan judi. Seorang gisaeng senior/pemilik tempat judi, berkata kalau pria itu benar2 gila judi dan bahkan akan mempertaruhkan putri dan istrinya kalau perlu.

Yong Ha komen, benar kata orang, kalau kau ketagihan judi kau tidak akan berhenti sebelum kehilangan pergelangan tanganmu.

Gisaeng senior itu menggoda Yong Ha, bagaimana dengan anda tuan muda, katakan pada kami bagaimana keluar dari kesulitan ini. Yong Ha main2 dengan tangan Gisaeng itu dan sambil tanya ia menyelipkan cincinnya ke jari Gisaeng itu, 10 tahun lalu, aku dengar pria itu nyaris mati, siapa yang menyelamatkannya?

Gisaeng itu berkedip dan senyum, yang terancam nyawanya bukan dia, tapi anda, Tuan Muda. Lalu ia melihat ke arah luar, Yong Ha mengikutinya dan kaget, ternyata ayahnya datang marah2!

Ayah Yong Ha : kau berandal kecil! sungguh memalukan sebagai siswa SKK! Ayah Yong Ha menyeretnya pergi.
Tuan Yoon juga diseret pergi dan ia memperhatikan Yong Ha. (Ayah Yong Ha sangar, pasti Yong Ha mirip ibunya haha)

Di kediaman keluarga Gu, ayah Yong Ha marah2 dan minta Yong Ha segera menikah. Ini ada putri seorang bangsawan, putri Menteri Tenaga Kerja, dia akan memberimu keluarga yang terpandang.
Yong Ha menolaknya, aku tidak akan melakukannya. Ayahnya marah, apa? Apa kau ingin anak2 mu nanti juga setengah bangsawan/Yangban?

Yong Ha : Orang yang menyerahkan putrinya demi uang, tidak akan terpandang di Joseon.

Ayahnya mendengus, kudengar kau berteman dengan putra Menteri Kiri Lee, kau berandal kecil yang tahu bagaimana dunia berputar. Dari dulu kau membuang waktu dengan main2 bersama putra menteri Keamanan Gul-oh atau Gul-in itu.
Aku bukannya ingin kau menendang putra Soron, memang saat ini langit ada di atas Noron, tapi siapa tahu angin bertiup dan Soron akan kuat.

Yong Ha kesal dan berdiri, Siapa tahu Namin akan bangkit lagi, aku juga punya teman seorang Namin, kalau ayah belum tahu.

Yong Ha akan pergi dan ayahnya berkata jangan terlalu menonjol, sakit demam untuk yang lain bisa menjadi cacar untukmu. (Sebagai setengah Yangban, Gu Yong Ha harus hati2, krn bagi anak bangsawan mungkin hanya sedikit goncangan, tp bagi Yong Ha bisa fatal, begitu mungkin maksud ayahnya. Ayah Yong Ha ini pedagang sukses dan tuan tanah besar, cuma sepertinya darahnya campuran, bukan murni Yangban/bangsawan.)

Yong Ha meninggalkan rumahnya dengan hati berat.

Ternyata Go Bong dan Byung Choon melihat itu dan lapor ke In Soo. Byung Choon heran mengapa In soo tiba2 ingin memeriksa keluarga Yeorim?

In soo : Para dewa bersedia membantuku, maka aku harus melakukan tugasku sebagai manusia dengan baik juga.

Yong Ha minum-minum bersama Jae shin. Yong Ha berkata misi rahasia dari Baginda sepertinya tidak cocok untuk-ku, yang aku percayai adalah kau Gul-oh, jadi kau harus menemukannya, ok? Aku juga ingin melihat dunia hebat yang dibicarakan Baginda.

Jae shin : Kau ini kenapa? mabuk? atau terjadi sesuatu?

Yong Ha : Ayo kita lakukan.
Petugas Yoon lewat ia mabuk dan berkata : Minum dua kali, gembira dua kali. Dan minum tiga kali, gembira tiga kali.

Yong Ha : Benar, petugas Hanseongbu Yoon Hyung Goo, setelah hari itu, dia langsung membayar semua hutang judinya, jika kita temukan darimana uangnya, kita akan menemukan darimana ia memperolehnya.

Jae shin mendapat ide dan ia segera ke kantor ayahnya. Jae Shin memeriksa semua lemari ayahnya. Jae shin memeriksa surat2. Lalu menemukan sebuah buku laporan yang membuatnya terperanjat.

Ayahnya masuk, apa yang sedang kau lakukan?
Jae Shin kaget dan ia berdiri, menjatuhkan buku itu karena syok. Ayahnya memungut buku itu.

Menteri Min : Ini tempat dimana aku melakukan tugasku, kau memang anakku, tapi tetap saja..
Jae shin : Mengapa buku itu ada di situ? Buku yang mencatat insiden kematian kakak-ku dan juga laporan penyelidikan tentang Menteri Kiri Lee dan Menteri Ha, mengapa ada di dalam lemarimu??

Menteri Min : Apa kau pikir, ayahmu ini benar2 memaafkan mereka yang melakukan itu pada kakak-mu?
Jae Shin : Lalu…apa benar Menteri Kiri Lee dan Menteri Perang pelakunya?

Menteri Min : Ya! Jadi sekarang serahkan padaku untuk menyelesaikan apa yang terjadi pada kakakmu dan jangan terlibat lagi..aku meskipun hidup, tidak benar2 hidup. Aku hanya menahan diri sampai tiba hari pembalasan atas mereka. Jadi jangan mencampuri urusan yang menjadi bagianku.

Jae shin baru tahu itu, dan sepertinya Jae Shin mulai menghargai ayahnya.

Jae shin keluar dari Uigyeombu dengan pengertian baru dan merasa menyesal dengan semua kata2 kerasnya pada ayahnya.

Di asrama, Sun Joon dan Yoon Hee memeriksa buku2 dan mencari mengenai GDJS, tapi Yoon Hee tidak bisa menemukannya diantara buku2.
Sun Joon lebih kacau lagi, dia sama sekali tidak konsentrasi dan hanya menunjuk di tempat dimana ada jari Yoon Hee, jelas Sun Joon ingin memegang tangan Yoon Hee. Yoon Hee tahu itu dan hanya geli.

Yoon Hee membiarkan tangannya dipegang Sun Joon, ini, sudah sekarang? sekarang konsentrasi pada buku. Keduanya saling berpegangan tangan dan mulai membalik2 buku, tapi tetap saja tidak konsentrasi dan senyum geli.

Jae shin pulang dan melihat bayangan mereka, ia tidak tahan dan memutuskan tetap diluar.

Jae shin duduk di beranda asrama dan minum arak. Lalu memanjat pohon dan tidur disana. Ah …Jae Shin aku jadi takut kalau kau kena pneumonia karena sering tidur di luar sigh…

Sementara di dalam, Yoon Hee berkata ia akan pergi ke toko tuan Hwang, mungkin saja akan menemukan sesuatu di sana. Sun Joon sepertinya menemukan sesuatu tapi ditutup dengan tangannya, dan Yoon Hee ingin tahu hanya tidak diijinkan Sun Joon.

Byung Pan/Menteri Ha menemui Menteri Lee dan berkata kalau mereka sebagai orang tua harus mulai turun tangan mengenai urusan pernikahan anak2 mereka.
Menteri Ha : Mereka masih terlalu muda untuk menyadari itu. (pentingnya pernikahan dan kekuatan keluarga)

Tiba-tiba Yoon datang. Mereka tidak mengenal siapa Yoon dan Yoon menjelaskan, pada malam tanggal 1 bulan ke 12 th 1781, saya petugas Hanseongbu saat itu Yoon Hyung Goo, tuan. Yang sudah membantu anda.
Byung Pan marah : Kau sialan!

Petugas Yoon menemui Menteri Kiri Lee dan Menteri Ha, ia lapor kalau ada orang2 Baginda yang mencoba melacak jejaknya, mereka ingin tahu kejadian malam itu, 10 tahun yang lalu. Malam ketika saya membawa Profesor Kim Seung Heun dan Moon Young Shin pada anda.
Byung Pan kaget dan melihat Menteri Lee, benarkah?
Yoon melanjutkan : Bukan itu saja, mereka bahkan memeriksa tanah yang saya terima. Saya cemas kalau ini akan menyusahkan Tuan, jadi saya memutuskan untuk bersembunyi di tempat terpencil.

Menteri Lee : Lalu?
Yoon : saya perlu sedikit uang untuk pondok dan biaya hidup, Tuan.

Menteri Lee : Kelinci sudah lama tertangkap, tapi sekarang anjing pemburu menyalak. Apa yang akan dilakukan tuannya?
Yoon : Setahu saya anjing itu harus terus hidup, sebelum anjing itu diceburkan ke sumur, anjing itu akan menggigit tuan-nya. Jika saya tuannya, saya memilih menenangkan anjing itu.
(Dengan kata lain Yoon ingin kompensasi agar tidak harus “menggigit” menteri Lee)

Setelah Yoon pergi, Byung Pan berkata ingin menghabisi Yoon. Menteri Lee tidak setuju, apa kau tidak sadar, Baginda menyebar orang2nya, apa kau ingin tertangkap basah oleh Baginda? Menyedihkan!
Menteri Lee pergi, Byung Pan kelihatan tidak senang.

Paginya, Sun Joon dan Yoon Hee masih tertidur di meja sambil berpegangan tangan, Sun Joon bangun dan ia melihat Yoon Hee masih tidur, ia memegang tangan Yoon Hee yang satu lagi.

Sun Joon pergi ke perpustakaan dan bertemu Jae shin. Sun Joon ragu sejenak, tapi ia mendekat dan tanya, Sahyung, tentang GDJS di sejarah klasik, kami tidak bisa menemukannya di perpustakaan SKK, seolah-olah ada yang sengaja menyembunyikan-nya, kepedihan karena kematian yang tidak adil tersirat dalam kalimat di Geum deung Ji sa.

Jae shin : Bukankah kau peringkat pertama so gwa (ujian) dan ahli dalam klasik, mengapa tanya padaku?

Sun Joon tidak menanggapi dan meneruskan kalau mendiang Raja menganggap itu sebagai kematian tidak adil dan Raja sekarang ingin mencarinya. Geum Deung Ji Sa, apakah terkait dengan kematian Putera Mahkota Sado ? Apa kau tahu ini, Sahyung?

Jae shin : Sudah kubilang aku tidak tahan dengan hal-hal yang membuatku sakit kepala, urusi bagianmu sendiri, aku akan melakukan bagianku.
Jae Shin pergi. (Jae shin hanya tidak ingin Yoon Hee terluka )

Jae Shin jalan dan Yoon Hee mengejarnya, Sahyung! Jae shin menoleh dan Yoon Hee tanya mengapa semalam tidak pulang (mengapa coba? karena siapa coba…)

Yoon Hee : Urusan yang kau lakukan, apa berjalan dengan baik? Kami tidak bisa menemukan mengenai Geum deung ji sa di perpustakaan SKK, kami berencana akan ke toko buku. Dimana pengajaran mengarah, dimana negara ini dimulai, apa kau mengerti itu Sahyung?

Jae shin tidak berkata apa-apa, hanya menepuk bahu Yoon Hee seperti menguatkan Yoon Hee untuk badai yang akan ia hadapi dan jalan pergi.

Ahn Do Hyun, Woo Tak, dan Hae Won bolos kuliah dan hanya duduk saja di balik tembok sambil mengutip kata2 Kong Hu Cu. Haeng Yoo Yeo Ryeok. Jeuk Yi Hak Moon, setelah kau selesai menjalankan tugasmu sebagai manusia, pakai sisa waktumu untuk belajar.

Woo Tak : bagaimana dengan ini, dihari musim gugur yang indah ini memang tugas kita sebagai manusia untuk keluar dan main. kita seharusnya libur sejenak dari mempelajari Analek Konfusius. Ketiganya ngakak dan berniat membayar joki untuk menggantikan mereka kuliah.

Tapi Direktur/Daesasung Choi menemukan mereka dan marah2 lalu memukul kepala mereka dengan pentungan 🙂

Direktur Choi : Dasar kalian, memang itulah alasan beberapa keluarga tidak berhasil dan memberikan contoh Lee Sun Joon, lihat dia, apa kalian pernah melihat seorang seperti Lee Sun Joon bolos dari kelas? Mereka bertiga mengangguk-angguk dan langsung menunjuk satu arah…yap, Lee Sun Joon jalan keluar bersama Kim Yoon Shik, dating! bukan ..ke toko buku untuk penyelidikan.

Daesasung Choi hanya bisa ternganga…(Scene Ahn Do Hyun dkk plus Direktur Choi ini selalu lucu, tidak lucu dibuat2 spt Hwang JuSik + Young Dal atau keluarga Oh Tae Pung)

Yoon Hee dan Sun Joon jalan di pasar dan membeli manisan labu untuk Yoon Hee. Yoon Hee menawari Sun Joon, awalnya Sun Joon menolak, tapi akhirnya membeli juga dan mungkin ini pertama kali untuk Sun Joon makan jajanan pasar seperti ini.

Yong Ha sekali lagi menemui Gisaeng senior itu dan memberikan banyak perhiasan mahal untuk mendapatkan informasi. Yong Ha mendapat surat yang membuktikan kalau pemberi uang adalah Baek Dong Soo, siapa dia?
Gisaeng senior : Kau masih pemula..apa kau pikir dia akan menggunakan nama aslinya?

Yong Ha senyum sambil mengedipkan matanya 🙂

Di toko buku, Sun Joon menyuruh Yoon Hee masuk dulu, ia ada urusan. Sebenarnya Sun Joon ingin mencari hadiah untuk Yoon Hee 🙂
Di dalam toko, Yoon Hee justru bertemu Hyo eun!

Hyo eun menanyakan kabar Sun Joon pada Yoon Hee tapi Yoon Hee menghindar. Hyo eun justru minta bantuan Yoon Hee untuk mengubah pikiran Sun Joon, bagaimanapun kami akan tetap menikah. Ini menyadarkan Yoon Hee, kalau pertunangan mereka pasti sulit diputuskan karena menyangkut dua keluarga besar dan terpandang.

Sun Joon masuk dan Yoon Hee berkata aku akan meninggalkan kalian. Tapi Sun Joon menahan pergelangan tangan Yoon Hee! Hyo eun sedikit kaget.

Sun Joon berterus terang kalau ada seseorang dalam hatinya dan minta Hyo Eun melepaskan dirinya, lalu menarik tangan Yoon Hee, ayo pergi.

Sun Joon menarik Yoon Hee meninggalkan toko buku dan seseorang mengamati keduanya, Jae shin! dari wajah Jae shin terlihat :
1. Patah hati..lagi.
2. Sepertinya ia sadar Sun Joon sudah tahu kalau Yoon Hee itu wanita.
3. Kasihan pada keduanya, karena apa yang akan mereka hadapi.

Sun Joon menarik Yoon Hee ke sebuah gang sepi, ia kesal, mengapa tadi kau justru ingin meninggalkan aku dan Hyo eun?

Yoon Hee merasa Sun Joon pasti akhirnya akan menikah dengan Hyo Eun, kalau mengenai aku, kau tidak perlu cemas. Aku sudah sangat bahagia dengan hubungan kita saat ini. Aku tidak pernah memikirkan mengenai masa depan kita.

Sun Joon : Kalau begitu mulailah memikirkannya sekarang dengan serius, pikirkan setiap waktu dengan sepenuh hati. Aku selalu memikirkan-nya sampai kepalaku akan meledak rasanya.

Yoon Hee : Kita terlalu berbeda
Sun Joon : Karena kau, aku melakukan banyak hal yang aku pikir tidak akan bisa kulakukan. Tapi kau seperti biasa, tidak pernah melangkah keluar dari duniamu, yang ingin kau singkirkan adalah aku.
Yoon Hee : Lalu aku harus bagaimana? Aku takut..aku sangat menyukaimu, karena aku jadi gembira setiap hari dan aku tidak terbiasa dengan ini.

Yoon Hee akan pergi, tapi Sun Joon menariknya dalam pelukannya. Ia mencoba mencium Yoon Hee tapi terhalang topi sialan itu. Sun Joon bahkan mencoba dari sudut lain, tapi percuma saja

dan akhirnya keduanya tertawa geli. Kita kembali saja ke toko buku, para sahyung sudah menunggu.

Yong Ha menemui Jae shin yang sudah ada di basement toko buku, meletakkan sebuah surat di depan Jae Shin dan berkata kalau orang yang memberikan uang untuk Yoon Hyung Goo adalah pria bernama Baek Dong Joo. Jika kita bisa melacak siapa pemilik tanah itu maka kita bisa menangkap penjahat di balik kematian mereka.
Yong Ha terlihat gembira.

Jae shin ingin menutupi keterlibatan ayah Sun Joon dan berkata kalau tugas kita hanya menemukan Geum Deung Ji Sa dan bukan orang yang bertanggung jawab atas kematian mereka.
Gu Yong Ha mengenal Jae shin selama 10 tahun dan ia tahu, teman-nya itu tidak akan mengatakan ini kalau tidak mengetahui sesuatu, kau tahu kan? Siapa penjahatnya?

Sun Joon dan Yoon Hee sampai ke toko buku dan masuk ke lift. Sun Joon bisa menjalankan lift kali ini, tapi ia sengaja menghentikan lift di tengah jalan untuk memberikan sesuatu pada Yoon Hee. Sun Joon mengeluarkan kantung dan mengambil isinya, ternyata cincin, lalu memasangkan cincin itu di jari Yoon Hee. Sun Joon sendiri sudah memakai cincin sejak tadi.

Sun Joon : Kau bilang saat kita meninggalkan SKK, semuanya akan berakhir. Tidak ada akhir. Aku akan memulai lagi setiap hari.

Sun Joon menjalankan lift lagi dan tiba2 lift tergoncang, membuat Yoon Hee jatuh ke lengan Sun Joon. Ok, it’s time dan kali ini tidak boleh ada topi yang menghalangi! Sun Joon sudah bertekad.

Sun Joon membuka topi Yoon Hee, membuang topi itu, kemudian membuka topinya, lalu keduanya berciuman.

Setelah beberapa saat, mereka melepaskan diri dan masih menikmati momen kebersamaan mereka ketika tiba-tiba keduanya mendengar suara Gu Yong Ha yang keras.

Yong Ha : Apa??
Jae shin : Pelankan suaramu!
Yong Ha : Maksudmu..dalang di balik semua insiden ini, adalah Menteri Kiri Lee? Ayah Lee Sun Joon?


Sun Joon dan Yoon Hee mendengar semuanya dan keduanya berpandangan dengan syok.

Preview 18

Yoon Hee : Apa katamu sahyung? Siapa yang melakukannya?

Menteri Lee : Kembali! beraninya kau memunggungi ayahmu!

Jae shin : Diam diatas kebenaran adalah tindakan pengecut!
Sun Joon : Sahyung!

Jae Shin berkelahi dengan Hong Byuk seo palsu/Cho Sun

In soo : Mengapa kau kaget Yeorim? kau melakukan kesalahan?

Yoon Hee ke Jae shin: Apa kau pikir ini semua benar?
Jae Shin : Orang menjadi pengecut karena mereka punya seseorang yang ingin mereka lindungi.

Jae shin : Apa kau pikir, anak itu akan mampu memaafkanmu?

Sun Joon ingin menahan Yoon Hee, tapi Jae shin menahan Sun Joon, dan menyadari cincin mereka.

Notes :
1. Ketiganya, baik Sun Joon, Yong Ha dan Jae shin sampai detik ini tidak mengatakan secara terbuka kalau Yoon Shik itu wanita 🙂 hanya Yong Ha yang berbisik dan berkata pada Jae shin kalau Jae shin masih lebih “menang” dibanding Sun Joon karena tahu rahasia Yoon Shik, tapi rahasia apa juga tidak disebut persis oleh Yong Ha.

2. Yoon Hee hanya tahu kalau Sun Joon-lah yang tahu kalau dia itu wanita, sampai dg ep 17 ini. Padahal Yong Ha sudah bisa mengendus dengan woman-radar-nya kalau Yoon shik yang ia temui di toko buku (ep 1) adalah wanita.

3. Aku ngga rela SKK akan segera berakhir….!!! Harusnya novel yang kedua dilanjutkan, karena disitu Jae shin yang akan menikah hehehe…katanya istrinya juga masih sangat muda, aku penasaran apa jangan2 si Cheong Byuk Seo ya ^_^

Bonus video behind the scene SKK ep 1. Tdk tahu sudah sering lihat belom, tapi lucu menurutku.
http://www.youtube.com/v/W38znB7Dc-k?fs=1&hl=en_US